Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL KOMINFO PPU

Pemkab PPU Lakukan Revitalisasi Ekowisata Mangrove Kampung Baru, Tingkatkan Edukasi dan Daya Tarik Wisata

badge-check


					Foto: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tengah melakukan revitalisasi ekowisata mangrove di Kampung Baru.(DOK. Istimewa) Perbesar

Foto: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tengah melakukan revitalisasi ekowisata mangrove di Kampung Baru.(DOK. Istimewa)

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tengah melakukan revitalisasi ekowisata mangrove di Kampung Baru, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pengunjung.

Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, melalui Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Pariwisata, Juzlizar Rakhman, menyatakan bahwa revitalisasi ekowisata mangrove ini tidak hanya sebagai destinasi wisata, namun juga memiliki fungsi edukatif bagi para pengunjung.

“Selain untuk edukasi, ekosistem alam yang ada di kawasan ini sangat menarik perhatian, terutama pohon mangrove yang telah hidup ratusan tahun dengan diameter yang besar dan berbagai variasi spesies mangrove. Ini menjadi sumber pengetahuan yang penting bagi masyarakat dan generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga serta melestarikan alam,” ujar Juzlizar dalam wawancaranya dengan Media Cahaya Borneo, Kamis (19/9/2024).

Proyek revitalisasi ini dikerjakan oleh Arta Permata Pare, Samarinda, dengan anggaran sebesar Rp2,13 miliar dan ditargetkan rampung pada November 2024.

“Insyaallah, jika tidak ada hambatan, pengerjaan selesai pada November 2024,” tambahnya.

Pekerjaan revitalisasi yang dimulai pada Agustus 2024 mengalami sejumlah tantangan, terutama terkait cuaca dan pasokan material.

Juzlizar menjelaskan bahwa sebagian besar material diambil dari PPU, namun ada juga yang didatangkan dari luar daerah.

“Material sebagian besar kita ambil dari PPU, tapi ada juga yang dari luar tergantung ketersediaannya,” jelasnya.

Juzlizar berharap, setelah proyek revitalisasi ini selesai, ekowisata mangrove Kampung Baru akan mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Benuo Taka, serta menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan. (ADV/CB/DADM)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wabup PPU Kaji Program Makanan Gratis dan Koperasi Merah Putih ke Pemkot Makassar

5 Desember 2025 - 20:16 WITA

PT Pertamina EP Tanjung Field Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan dan Keamanan Jalur Pipa Migas

5 Desember 2025 - 19:41 WITA

Polres PPU Gelar Sispamkota 2025, Perkuat Kesiapsiagaan Keamanan Jelang Pembangunan IKN

5 Desember 2025 - 13:08 WITA

Demi Perkuat Birokrasi, Pemkab PPU Gelar Job Fit untuk Pejabat Eselon II

5 Desember 2025 - 12:38 WITA

Banyak Vendor Proyek Kilang Pertamina Belum Laporkan Data Ketenagakerjaan di PPU

5 Desember 2025 - 12:34 WITA

Trending di ADVERTORIAL KOMINFO PPU