Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL DPRD PPU

Sujiati Minta Pemda PPU Tingkatkan Fasilitas dan Layanan di RSUD Ratu Aji Putri Botung

badge-check


					Foto: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati. (DOK CahayaBorneo.com) Perbesar

Foto: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati. (DOK CahayaBorneo.com)

PENAJAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas dan layanan di Rumah Sakit (RS) Ratu Aji Putri Botung, Kecamatan Penajam agara pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Kota Balikpapan.

“Saya berharap kedepannya RSUD Penajam menjadi salah satu rumah sakit yang tidak harus merujuk ke Balikpapan, bisa ditangani di sini, jadi untuk fasilitas rumah sakit itu dilengkapi, harus bisa naik kelas,” kata Sujiati saat diwawancarai Media Cahaya Borneo, Senin (14/10/2024).

Ia mengungkapkan, meskipun saat ini rumah sakit tersebut tidak naik kelas setidaknya semua fasilitas yang dibutuhkan pihak rumah sakit bisa dilengkapi. Sehingga, para pasien tidak perlu lagi untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada di Balikpapan.

Menurutnya, dengan melengkapi alat dan fasilitas rumah sakit bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.

Selain itu, mengurangi ketergantungan pada rujukan ke rumah sakit lain dan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan lokal.

“Kasihan pasien yang anggota keluarganya tidak mampu. Belum lagi transportasi yang tidak murah sehingga, membebani masyarakat kita gara-gara BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial),” ungkapnya.

Sujiati menekankan, keberadaan rumah sakit yang mampu menangani kebutuhan kesehatan secara lokal sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. (ADV/CB/DADM)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Raperda APBD 2026 Disahkan, Bupati Mudyat Noor Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

30 November 2025 - 14:26 WITA

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

APBD 2026 Senilai Rp1,48 Triliun, Turun Drastis Akibat Penurunan Dana Pusat

30 November 2025 - 12:32 WITA

Disdikpora PPU Bersiap Tempati Gedung Baru, Akhiri Era Kantor Nomaden

30 November 2025 - 11:41 WITA

Trending di ADVERTORIAL KOMINFO PPU