Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL DPRD PPU

Anggota DPRD PPU Soroti Parkir Liar di RSUD Ratu Aji Putri Botung

badge-check


					Foto : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mahyudin.  (DOK. CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Foto : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mahyudin.  (DOK. CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mahyudin, menyoroti maraknya parkir liar yang terjadi di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB).

Kondisi ini, menurutnya, sangat mengganggu ketertiban lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Saya berharap pihak rumah sakit dapat segera membenahi masalah parkir ini. Kondisi parkir yang tidak terkendali sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat akan keluar dari area rumah sakit,” ujar Mahyudin saat ditemui di gedung DPRD PPU, Rabu (23/10/2024).

Mahyudin mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyaksikan langsung bagaimana kondisi parkir yang semrawut di depan RSUD RAPB dapat menyebabkan kecelakaan.

Oleh karena itu, ia mendesak pihak rumah sakit untuk mencari solusi agar masalah ini dapat segera diatasi.

“Terdapat beberapa lahan kosong di sekitar rumah sakit yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkir tambahan. Dengan begitu, masalah parkir liar dapat diminimalisir,” tambahnya.

Selain itu, Mahyudin juga mengimbau kepada masyarakat dan pihak rumah sakit untuk lebih disiplin dalam memarkir kendaraan. Kendaraan sebaiknya diparkir pada tempat yang telah disediakan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Kondisi parkir yang acak acakan tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga dapat menyebabkan kemacetan, terutama pada saat hari-hari besar seperti Hari Kemerdekaan,” tegas Mahyudin.

Lebih lanjut, Mahyudin mempertanyakan kinerja manajemen rumah sakit terkait masalah parkir ini. Menurutnya, seharusnya manajemen rumah sakit proaktif dalam menertibkan parkir dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien dan pengunjung.

“Saya berharap selain masalah parkir, pihak rumah sakit juga dapat melakukan pembenahan di sektor pembangunan. Beberapa fasilitas dan peralatan di rumah sakit masih perlu ditingkatkan agar pelayanan kesehatan dapat lebih optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait banyaknya pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain, Mahyudin menyatakan akan meminta penjelasan dari pihak rumah sakit. Ia ingin mengetahui kendala yang menyebabkan tingginya angka rujukan pasien dan memastikan bahwa hak-hak pasien tetap terpenuhi.

“Kami akan memanggil pihak rumah sakit untuk meminta penjelasan terkait masalah rujukan pasien. Kami ingin mengetahui secara pasti apa yang menjadi kendala sehingga banyak pasien yang harus dirujuk,” pungkas Mahyudin. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Selamatkan Bekantan di Sungai Tunan Penajam: Yayasan Pakisbaja Tanam Mangrove

30 November 2025 - 20:53 WITA

TPP ASN PPU Dipastikan Aman Meski APBD 2026 Menurun Signifikan

30 November 2025 - 20:20 WITA

Raperda APBD 2026 Disahkan, Bupati Mudyat Noor Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

30 November 2025 - 14:26 WITA

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA