Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

EKONOMI

Diskukmperindag PPU Luncurkan Program Monitoring Sembako untuk Antisipasi Inflasi

badge-check


					Program monitoring diluncurkan bagi setiap kontributor sembako dan pangan di empat kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. (Dok.IST) Perbesar

Program monitoring diluncurkan bagi setiap kontributor sembako dan pangan di empat kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. (Dok.IST)

PENAJAM – Upaya pengendalian inflasi terus diintensifkan. Menukil laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim pada September 2024, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) jadi daerah dengan tingkat inflasi terendah year on year (yoy) yakni sebesar 1,73 persen dengan IHK sebesar 105, 99 persen.

Besaran inflasi di Benuo Taka itu jadi atensi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU.

Sebuah program monitoring diluncurkan bagi setiap kontributor sembako dan pangan di empat kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Dalam monitoring tersebut, pihaknya akan fokus pada dua indikator utama yakni pengecekan harga dan ketersediaan stok pangan di pasar serta distributor.

“Monitoring ini sangat penting sebagai upaya pengendalian inflasi di daerah. Kami akan memeriksa harga dan ketersediaan stok secara berkala,” ungkap Marlina pada Kamis, 31 Oktober 2024.

Program itu bertujuan mengantisipasi kekurangan stok pangan. Untuk itu, perlu dilakukan monitoring ke setiap pasar dan distributor untuk memastikan ketersediaannya.

“Ini sebagai antisipasi mencegah terjadinya kekurangan stok, maka kami melakukan monitoring ke pasar dan distributor agar memastikan,” ujarnya.

Ketersediaan stok pangan yang ada di distributor dan pasar, sebagai bentuk pemantauan kelancaran distribusi pangan yang masuk ke wilayah PPU, lancar dan tidak mengalami kendala baik melalui darat ataupun laut.

“Sekarang kan stok pangan dan sembako kebanyakan dari Surabaya, banjarmasin dan Sulawesi selatan, maka daripada itu kita monitor kelancarannya,” pungkasnya. (CB)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Fokus SDM, Disdikpora PPU Rekrut Guru Lokal untuk Sekolah Rakyat

29 Agustus 2025 - 18:51 WITA

Gedung Baru Disdikpora PPU Belum Dapat Digunakan

29 Agustus 2025 - 18:47 WITA

Disdikpora PPU Siapkan Skema BOS untuk 19 Sekolah Swasta, Wujud Pemerataan Pendidikan

29 Agustus 2025 - 18:45 WITA

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA