Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Distan PPU Siapkan Ribuan Dosis Vaksin Cegah PMK

badge-check


					 

Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, pada saat ditemui di kantornya (Dok: CahayaBorneo/AJI) Perbesar

  Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, pada saat ditemui di kantornya (Dok: CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat dalam upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah menjadi ancaman serius bagi peternak. Melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Distan PPU telah menyiapkan sebanyak 3.675 dosis vaksin untuk diberikan kepada hewan ternak di wilayah PPU.

 

PMK, penyakit yang disebabkan oleh virus RNA, sangat menular dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Virus ini menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Gejala yang ditimbulkan antara lain munculnya lepuh pada mulut, kuku, dan bagian tubuh lainnya, serta penurunan nafsu makan.

 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, menjelaskan bahwa pemberian vaksin ini merupakan program dari Kementerian Pertanian untuk mencegah meluasnya wabah PMK. 

 

“Vaksinasi adalah langkah penting untuk melindungi hewan ternak kita dari ancaman PMK,” ujarnya, Rabu (22/1/2025).

 

Lebih lanjut, Ristu menjelaskan bahwa virus PMK dapat bertahan hidup di lingkungan cukup lama, tergantung kondisi cuaca. Oleh karena itu, selain vaksinasi, upaya pencegahan lain seperti peningkatan biosekuriti dan desinfeksi juga perlu dilakukan.

 

“Biosekuriti yang baik meliputi menjaga kebersihan kandang, peralatan, dan lingkungan sekitar kandang. Sementara itu, desinfeksi dilakukan untuk membunuh virus PMK yang mungkin menempel pada permukaan benda,” tambahnya.

 

Dengan adanya program vaksinasi ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya wabah PMK di wilayah Banuo Taka dan melindungi peternak dari kerugian ekonomi. 

 

“Ia juga mengimbau kepada seluruh peternak untuk aktif berperan dalam upaya pencegahan PMK dengan menerapkan biosekuriti yang baik dan melaporkan jika ada hewan ternak yang menunjukkan gejala penyakit,” pungkasnya.

 

Selain vaksinasi, Ristu juga mengatakan Distan PPU juga akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kesehatan hewan ternak secara berkala. Jika ditemukan kasus PMK, akan segera dilakukan tindakan pengendalian dan penanggulangan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. (CB/AJI)

 

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wabup PPU Kaji Program Makanan Gratis dan Koperasi Merah Putih ke Pemkot Makassar

5 Desember 2025 - 20:16 WITA

PT Pertamina EP Tanjung Field Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan dan Keamanan Jalur Pipa Migas

5 Desember 2025 - 19:41 WITA

Polres PPU Gelar Sispamkota 2025, Perkuat Kesiapsiagaan Keamanan Jelang Pembangunan IKN

5 Desember 2025 - 13:08 WITA

Demi Perkuat Birokrasi, Pemkab PPU Gelar Job Fit untuk Pejabat Eselon II

5 Desember 2025 - 12:38 WITA

Banyak Vendor Proyek Kilang Pertamina Belum Laporkan Data Ketenagakerjaan di PPU

5 Desember 2025 - 12:34 WITA

Trending di ADVERTORIAL KOMINFO PPU