Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

UMUM

Jembatan Sepan-Bukit Subur Segera Pulih, Masyarakat Semakin Optimis

badge-check


					Perbaikan jalan sementara penghubung Kekurangan Sepan dan Bukit Subur (Dok : Istimewa) Perbesar

Perbaikan jalan sementara penghubung Kekurangan Sepan dan Bukit Subur (Dok : Istimewa)

PENAJAM — Warga Penajam Paser Utara (PPU), khususnya di Kelurahan Sepan dan Desa Bukit Subur, kini dapat bernapas lega. Pasalnya, perbaikan jembatan penghubung kedua wilayah yang putus akibat banjir beberapa waktu lalu, kini tengah dikebut pengerjaannya. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk proyek ini.

Plt Kepala DPUPR PPU, Sodikin, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut tidak hanya ditujukan untuk perbaikan jembatan yang rusak parah, melainkan juga untuk sejumlah proyek infrastruktur penting lainnya di wilayah tersebut. Namun, mengingat urgensi jembatan bagi mobilitas masyarakat, perbaikan jembatan menjadi prioritas utama.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini secepat mungkin. Target kami, jembatan sudah bisa digunakan kembali pada awal Februari mendatang,” ujarnya, Kamis (23/01/2025).

Metode pembangunan semi permanen dengan menggunakan box culvert dipilih karena dinilai paling efektif dan efisien dalam kondisi saat ini. Meskipun demikian, kualitas konstruksi tetap menjadi perhatian utama agar jembatan dapat bertahan lama dan aman digunakan.

Sebelum jembatan rusak total, proyek pembangunan sudah berjalan dengan menggunakan rigid beton di kedua sisi. Namun, bagian tengah yang belum selesai tergerus arus banjir sehingga memutus akses lalu lintas. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Sebagai solusi sementara, kami telah membangun jembatan darurat dari kayu. Meski demikian, jembatan darurat ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan beban terbatas. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas,” tambahnya.

Sodikin berharap, dengan adanya perbaikan jembatan ini, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mendukung proses perbaikan ini. Keberadaan jembatan yang baik sangat penting bagi kemajuan daerah kita,” pungkasnya.

Perbaikan jembatan Sepan-Bukit Subur tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa antusias dengan adanya perbaikan ini. Mereka berharap, dengan adanya jembatan yang baru, aksesibilitas dan konektivitas wilayah akan semakin meningkat.

Dengan anggaran yang cukup besar dan komitmen dari pemerintah, diharapkan proyek perbaikan jembatan ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Masyarakat pun semakin optimis bahwa kehidupan mereka akan segera kembali normal seperti sedia kala. (CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Desa Sebakung Jaya Siapkan Pemilihan Antar Waktu Kades, BPD Matangkan Persiapan

19 Juli 2025 - 18:19 WITA

Samsun: Infrastruktur Dasar Harus Jadi Prioritas Pembangunan di Kukar

5 Juli 2025 - 02:51 WITA

Pangdam VI/Mulawarman Kunjungi Kutai Timur, Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah

20 Juni 2025 - 13:54 WITA

Polres PPU Gelar Upacara Serentak Peringati Hari Lahir Pancasila ke-80

2 Juni 2025 - 14:10 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA