Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

OLAHRAGA

Bangkit dari Mati Suri, Squash PPU Siap Ukir Prestasi di Kancah Nasional dan Internasional

badge-check


					Foto: Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Squash Indonesia, Abd. Rahman Wahid resmi terpilih sebagai Ketua Squash PPU untuk periode 2025–2029. (DOK. Istimewa) Perbesar

Foto: Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Squash Indonesia, Abd. Rahman Wahid resmi terpilih sebagai Ketua Squash PPU untuk periode 2025–2029. (DOK. Istimewa)

​​PENAJAM — Cabang olahraga (cabor) squash di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan lagi. Melalui Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Squash Indonesia, Abd. Rahman Wahid resmi terpilih sebagai Ketua Squash PPU untuk periode 2025–2029.

Meski struktur kepengurusan belum sepenuhnya tersusun, Wahid memastikan bahwa formaturnya telah ditetapkan. Dalam waktu dekat, kepengurusan lengkap akan segera dibentuk untuk memperkuat roda organisasi.

“Program utama kami ke depan adalah fokus pada kesejahteraan atlet, pelatih, dan wasit, serta mencetak atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama Penajam Paser Utara di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Wahid usai Muskablub, Sabtu (26/4/2025)

Ia menambahkan, pembinaan sejak usia dini menjadi prioritas, mengingat proses menciptakan atlet berprestasi membutuhkan waktu dan keseriusan. Saat ini, Squash PPU tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejurda (Kejuaraan Daerah) bagi atlet di bawah usia 19 tahun, yang menjadi langkah awal menuju ajang nasional (Jurnas) pada bulan oktober mendatang.

“Melalui Jurnas, kita berharap bisa menjaring atlet untuk mewakili Indonesia di ajang internasional seperti SEA Games dan Asian Games,” jelasnya.

Squash sendiri memiliki sejarah panjang di wilayah PPU. Cabor ini pertama kali diperkenalkan di wilayah ini sejak tahun 1991, saat daerah ini masih dikenal sebagai Kabupaten Pasir. Bahkan, beberapa atlet nasional berprestasi berasal dari PPU dan pernah mewakili Indonesia di ajang internasional.

Sayangnya, dalam perjalanan waktu, kata Wahid cabor squash sempat mengalami mati suri akibat berbagai dinamika internal. Namun, Wahid optimistis di bawah kepemimpinannya, Squash PPU akan kembali berjaya.

“Squash PPU bangkit lagi. Kami akan lengkapi fasilitas seperti lapangan, alat olahraga, hingga sekretariat yang memadai untuk mendukung pembinaan atlet,” tegasnya. (CB/DMS)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

PPU Perangi Pungli Sekolah Lewat Pengawasan Ketat Program KPC

28 Agustus 2025 - 15:21 WITA

Disdikpora dan Dinsos PPU Bersinergi Tangani Anak Putus Sekolah

28 Agustus 2025 - 15:19 WITA

Disdikpora PPU Soroti Status Santri Pesantren Tradisional Tidak Terdata di Dapodik

28 Agustus 2025 - 15:15 WITA

Trending di Advertorial