Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Advertorial

Perbedaan Mencolok Sistem Pendidikan Dalam dan Luar Negeri Disorot DPRD PPU

badge-check


					foto : Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedi, (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

foto : Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedi, (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM— Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedi, menyoroti adanya disparitas signifikan antara sistem pendidikan di Indonesia dengan negara-negara lain. Perbandingan ini mencuat dalam diskusi mengenai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat daerah.

Menurut Jhon Kenedi, perbedaan paling mencolok terlihat pada tingkat kecerdasan anak-anak usia dini sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Kita mengamati bahwa anak-anak yang mengenyam pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) di luar negeri menunjukkan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi serupa di Indonesia,” ungkapnya, Selasa (29/4/2025).

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai efektivitas kurikulum dan metode pengajaran pada tingkat pendidikan awal di tanah air.

Menyikapi kondisi tersebut, Komisi III DPRD PPU menyatakan komitmennya untuk mendorong berbagai upaya peningkatan kualitas sistem pendidikan di wilayahnya. Jhon Kenedi menegaskan bahwa DPRD akan mendukung penuh inisiatif-inisiatif yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan. Langkah ini dipandang krusial dalam mempersiapkan generasi penerus yang kompeten dan berdaya saing.

Salah satu langkah konkret yang diapresiasi oleh DPRD adalah implementasi program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan angka partisipasi sekolah.

“Dengan adanya dukungan finansial dari pemerintah, diharapkan semakin banyak anak-anak di PPU memiliki akses terhadap pendidikan yang layak,” harapnya.

Lebih lanjut, Jhon Kenedi menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam menyikapi peluang pendidikan yang telah disediakan. Ia menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan anak-anak. Oleh karena itu, kesadaran dan dukungan penuh dari keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan dalam mewujudkan generasi yang cerdas dan berkualitas.

Dengan adanya sorotan dari DPRD, dukungan program pendidikan gratis, serta harapan akan partisipasi aktif orang tua, diharapkan sistem pendidikan di Kabupaten PPU dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik.

“Upaya kolektif dari berbagai pihak diyakini akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membawa kemajuan bagi daerah,” imbuhnya. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Raperda APBD 2026 Disahkan, Bupati Mudyat Noor Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

30 November 2025 - 14:26 WITA

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

APBD 2026 Senilai Rp1,48 Triliun, Turun Drastis Akibat Penurunan Dana Pusat

30 November 2025 - 12:32 WITA

Disdikpora PPU Bersiap Tempati Gedung Baru, Akhiri Era Kantor Nomaden

30 November 2025 - 11:41 WITA

Trending di ADVERTORIAL KOMINFO PPU