Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Deputi OIKN Ungkap Tantangan Pendidikan di IKN: Digitalisasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

badge-check


					Foto : Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, OIKN, Drs. Alimuddin, (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Foto : Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, OIKN, Drs. Alimuddin, (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM— Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sampai saat ini berusaha menjadikan wilayahnya menjadi kota digital dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dengan pendidikannya.

Tetapi terdapat tantangan tersendiri, untuk bagaimana nantinya agar anak didik mereka tidak terlalu terjerumus dalam dunia digital dan tidak melupakan jati diri mereka sebagai bangsa dan bernegara.

Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, OIKN, Drs. Alimuddin, memberikan arahan agar para peserta didik nantinya tidak terlalu bergantung pada dunia digital, dengan melihat seperti negara maju yang membatasi anak didik mereka untuk bergantung kepada smartphone atau digital.

“Supaya mungkin, mereka nantinya tidak sangat bergantung kepada sebuah tools, atau website seperti chetGPT dan sebagainya, kalaupun menggunakan website tersebut, itupun harus digerakkan kita,” ujarnya pada Minggu (15/6/2025).

Seperti misalnya manusia menggunakan Artificial Intelligence (AI), tidak serta merta menggunakan apa yang kita inginkan, akan tetapi, ia menerangkan agar harus lebih mendalam bagaimana cara kerja AI.

“Agar bagaimana kita yang mengelola AI itu sendiri bukan kita yang dikelola,” jelasnya.

Lebih lanjut, ada berapa sekolah yang sudah menggunakan sistem digital seperti di SMP 02 dan SMA 3, tetapi masih dalam tahap penyesuaian agar bagaimana nantinya sekolah sekolah lain dapat mengikuti sistem digital.

“Digital ini merupakan bukan sesuatu yang baru, tapi sesuatu yang terung berjalan dan terus berkembang, karena dunia digital itu tidak selalu berhenti pastinya akan ada perubahan perubahan,” terangnya.

Oleh karenanya, para guru harus mengubah cara belajarnya yang mana harus mengedepankan digital dan sebagai pendidik harus selalu menanamkan nilai nilai kebangsaan kepada anak didik mereka. (CB/AJI)

Reporter   : Aji Yudha

Editor        : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Polres PPU Gelar Penggalangan Donasi untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

8 Desember 2025 - 20:17 WITA

Delegasi Kamar Dagang Hainan Tinjau Perkembangan IKN, Minat Investasi Meningkat

8 Desember 2025 - 17:10 WITA

KPU PPU Perketat Prosedur PAW, Wajib Jawab Permohonan dalam Lima Hari Kerja

8 Desember 2025 - 16:39 WITA

KPU PPU Tegaskan Prioritas Keterwakilan Perempuan dalam Mekanisme PAW Baru

8 Desember 2025 - 16:20 WITA

Wakil Bupati PPU Pimpin Apel di RSUD RAPB, Tegaskan Peningkatan Pelayanan Cepat dan Berempati

8 Desember 2025 - 15:26 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA