Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Advertorial DPRD Kaltim

Realisasi APBD Kaltim 2024 Tembus 92 Persen, DPRD Soroti Efektivitas Belanja Modal

badge-check


					Foto: Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel. (CahayaBorneo/QLA) Perbesar

Foto: Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel. (CahayaBorneo/QLA)

SAMARINDA – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur tahun anggaran 2024 mencatatkan kinerja impresif. Dengan serapan anggaran mencapai 92,19 persen dari total Rp 22,19 triliun, pemerintah provinsi dinilai berhasil menjaga stabilitas fiskal sekaligus menggenjot pembangunan.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyebut capaian tersebut sebagai sinyal positif terhadap kemampuan daerah dalam mengelola pendapatan dan belanja secara efisien. Bahkan, pendapatan daerah melampaui ekspektasi, dengan realisasi mencapai Rp 21,92 triliun atau 102,53 persen dari target.

“Ini mencerminkan tata kelola fiskal yang tidak hanya terukur, tapi juga responsif terhadap kebutuhan daerah,” ujar Ekti saat ditemui usai evaluasi kinerja anggaran, Jumat, 18 Juli 2025.

Kontribusi utama datang dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menembus Rp 10,23 triliun, melebihi target Rp 9,98 triliun. Pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan capaian nyaris sempurna, yakni 99,76 persen. Sedangkan retribusi daerah bahkan melampaui target, mencapai 108,03 persen.

Kategori pendapatan sah lainnya juga mencatat lonjakan drastis, mencapai 281,61 persen dari target, menunjukkan adanya optimalisasi dari sumber-sumber non-konvensional pendapatan daerah.

Tak hanya mengandalkan PAD, dana transfer dari pemerintah pusat juga menopang APBD Kaltim. Dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam menjadi penyumbang utama, dengan realisasi di atas 106 persen.

Namun bagi Ekti, keberhasilan pengumpulan pendapatan mesti dibarengi dengan efektivitas belanja. Ia menyoroti belanja modal yang terealisasi 114 persen dari target, sebagai bentuk komitmen terhadap percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kita berharap realisasi ini benar-benar menyentuh masyarakat dan mempercepat transformasi layanan publik, bukan sekadar proyek seremonial,” katanya.

Belanja daerah secara keseluruhan mencapai Rp 20,46 triliun. Ekti menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap alokasi dan dampak belanja, terutama pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Ia juga mendorong agar pencapaian ini menjadi titik tolak menuju kemandirian fiskal yang lebih berkelanjutan. “Kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat, agar capaian ini tidak berhenti pada angka, tapi berlanjut pada kualitas hidup warga Kaltim,” ucapnya. (ADV/CB/QLA)

Penulis : QLA

Editor : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sosialisasi Perda Kepemudaan Kaltim, Sapto Setyo Pramono Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan di Samarinda

11 Agustus 2025 - 22:57 WITA

Budianto Bulang Dorong Pemuda GKII Jadi Katalis Perubahan dan Pelayan Masyarakat

7 Agustus 2025 - 01:17 WITA

Salehuddin Dorong Pemprov Tegakkan Perda Jalan Umum dan Jalan Khusus

4 Agustus 2025 - 01:24 WITA

Salehuddin Harapkan Kepemimpinan Aulia-Rendi di Kukar Perkuat Pendidikan dan Infrastruktur

3 Agustus 2025 - 01:14 WITA

Balikpapan Krisis Air Bersih: DPRD Kaltim Dorong Pemanfaatan Sungai Way Sebagai Sumber Alternatif

2 Agustus 2025 - 03:56 WITA

Trending di Advertorial DPRD Kaltim