SAMARINDA – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur tahun anggaran 2024 mencatatkan kinerja impresif. Dengan serapan anggaran mencapai 92,19 persen dari total Rp 22,19 triliun, pemerintah provinsi dinilai berhasil menjaga stabilitas fiskal sekaligus menggenjot pembangunan.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyebut capaian tersebut sebagai sinyal positif terhadap kemampuan daerah dalam mengelola pendapatan dan belanja secara efisien. Bahkan, pendapatan daerah melampaui ekspektasi, dengan realisasi mencapai Rp 21,92 triliun atau 102,53 persen dari target.
“Ini mencerminkan tata kelola fiskal yang tidak hanya terukur, tapi juga responsif terhadap kebutuhan daerah,” ujar Ekti saat ditemui usai evaluasi kinerja anggaran, Jumat, 18 Juli 2025.
Kontribusi utama datang dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menembus Rp 10,23 triliun, melebihi target Rp 9,98 triliun. Pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan capaian nyaris sempurna, yakni 99,76 persen. Sedangkan retribusi daerah bahkan melampaui target, mencapai 108,03 persen.
Kategori pendapatan sah lainnya juga mencatat lonjakan drastis, mencapai 281,61 persen dari target, menunjukkan adanya optimalisasi dari sumber-sumber non-konvensional pendapatan daerah.
Tak hanya mengandalkan PAD, dana transfer dari pemerintah pusat juga menopang APBD Kaltim. Dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam menjadi penyumbang utama, dengan realisasi di atas 106 persen.
Namun bagi Ekti, keberhasilan pengumpulan pendapatan mesti dibarengi dengan efektivitas belanja. Ia menyoroti belanja modal yang terealisasi 114 persen dari target, sebagai bentuk komitmen terhadap percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kita berharap realisasi ini benar-benar menyentuh masyarakat dan mempercepat transformasi layanan publik, bukan sekadar proyek seremonial,” katanya.
Belanja daerah secara keseluruhan mencapai Rp 20,46 triliun. Ekti menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap alokasi dan dampak belanja, terutama pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Ia juga mendorong agar pencapaian ini menjadi titik tolak menuju kemandirian fiskal yang lebih berkelanjutan. “Kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat, agar capaian ini tidak berhenti pada angka, tapi berlanjut pada kualitas hidup warga Kaltim,” ucapnya. (ADV/CB/QLA)
Penulis : QLA
Editor : Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!