SAMARINDA — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, menyuarakan pentingnya etika dalam penerimaan bantuan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa di Kabupaten Paser. Ia menegaskan bahwa akses terhadap beasiswa harus dimaknai sebagai tanggung jawab, bukan sekadar keuntungan pribadi.
Dalam pertemuan dialog bersama mahasiswa dan masyarakat, Yenni menyampaikan kekhawatiran atas masih ditemukannya penerima beasiswa ganda, yakni mahasiswa yang tercatat menerima bantuan dari lebih dari satu program dalam waktu bersamaan.
“Bantuan pendidikan bukan hadiah pribadi. Kalau satu orang mengambil lebih dari satu, maka ada mahasiswa lain yang benar-benar butuh tapi terpaksa gigit jari. Ini soal keadilan,” ucap Yenni, Jumat (25/7/2025).
Menurut politisi asal daerah pemilihan Paser itu, praktik beasiswa ganda menggerus semangat pemerataan yang menjadi fondasi dari berbagai program bantuan pendidikan, baik yang berasal dari APBD Kaltim maupun sumber lainnya seperti Gratispol dan beasiswa pemerintah pusat.
Yenni menekankan, integritas penerima beasiswa memegang peran sentral dalam keberhasilan program-program pendidikan tersebut. Ia mendorong mahasiswa untuk bersikap jujur dan bijak dalam menyikapi setiap kesempatan yang ada.
“Kalau sudah dapat satu, lebih baik beri kesempatan kepada teman yang lain. Itulah makna solidaritas dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat akademik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yenni juga mengajak semua pihak mulai dari perguruan tinggi, lembaga pemerintah, hingga organisasi masyarakat untuk memperkuat pengawasan terhadap penyaluran beasiswa agar lebih transparan dan tepat sasaran.
“Ini soal membangun ekosistem pendidikan yang adil. Kita tidak hanya bicara angka atau jumlah bantuan, tapi bagaimana bantuan itu menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Ia berharap kesadaran bersama dalam menjaga keadilan akses pendidikan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah, khususnya di Kabupaten Paser.
“Pendidikan bukan hanya soal kebijakan, tapi juga soal nilai. Kalau kita jaga nilai-nilai kejujuran dan kepedulian, maka pendidikan akan benar-benar menjadi jembatan kemajuan,” tutup Yenni. (ADV/CB/NN)
Editor: Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0N
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!