PENAJAM – Sebanyak belasan atlet panahan dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang tergabung dalam tiga klub, Gobik Archery, Penajam Archery Club, dan X Archery ambil bagian dalam kegiatan skoring bersama sebagai bentuk persiapan menjelang dua ajang penting.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyongsong gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2025 serta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seleksi Senior, yang akan digelar di Samarinda pada 12 hingga 14 September 2025.
Haryati, pelatih sekaligus pengurus Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) PPU, menjelaskan bahwa skoring ini bertujuan menyeleksi atlet-atlet unggulan yang akan mewakili daerah.
“Ini persiapan menuju Popda dan Kejurnas. Skoring ini bagian dari seleksi siapa yang layak ikut. Harapannya, atlet kita bisa kembali menorehkan prestasi,” ujarnya, Sabtu (23/05/2025).
Dalam skoring tersebut, para atlet mengikuti pertandingan dari beberapa nomor, seperti Standar Nasional, Recurve, Compound, dan Barebow, dengan jarak tembak antara 30 hingga 70 meter, disesuaikan dengan kategori usia dan divisi masing-masing.
Meski begitu, Haryati mengungkapkan bahwa para atlet masih terkendala oleh minimnya sarana dan dana pendukung.
“Anak-anak ini sebenarnya berprestasi, bahkan ada yang sudah sampai tingkat nasional dan internasional. Tapi kendalanya dukungan dana masih minim. Peralatan panahan itu mahal, ada yang sampai jutaan rupiah per set,” tambahnya.
Sementara itu, Gilang — salah satu peserta dari Penajam Archery Club dan siswa SMA 8 PPU menyampaikan rasa antusiasnya terhadap kegiatan ini. Ia telah berkompetisi di lebih dari sepuluh kejuaraan sejak tahun 2021 dan pernah dipanggil untuk mengikuti Seleksi Nasional Olimpiade di Kanada usai tampil di Kejurnas Junior.
“Deg-degan pasti ada, tapi seru dan menantang. Panahan ini melatih fokus dan akhirnya jadi hobi yang saya tekuni,” ungkapnya.
Kegiatan skoring berlangsung sejak pagi hari di bawah cuaca panas yang cukup menyulitkan. Selain suhu, faktor angin dan hujan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pemanah.
Seorang pelatih nasional yang turut hadir menyoroti pentingnya kekuatan mental serta kemampuan membaca kondisi cuaca sebagai bagian dari strategi bertanding.
Melalui kegiatan ini, Perpani PPU berharap dapat mencetak atlet-atlet panahan berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke kancah provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Kami yakin dengan kerja keras dan semangat anak-anak, panahan PPU bisa semakin diperhitungkan,” tutup Haryati. (*)
Editor : Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!