Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Advertorial

Disdikpora dan Dinsos PPU Bersinergi Tangani Anak Putus Sekolah

badge-check


					Foto: Kepala Bidang PAUD/TK Disdikpora PPU, Durajat (Dok: CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Foto: Kepala Bidang PAUD/TK Disdikpora PPU, Durajat (Dok: CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkolaborasi dalam sebuah inisiatif penting. Kedua lembaga ini bekerja sama untuk mengidentifikasi anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah dan mahasiswa yang mengalami putus kuliah (drop out) sebelum mereka lulus.

Kolaborasi ini dinilai krusial untuk menggali lebih dalam alasan di balik fenomena tersebut. Baik Disdikpora maupun Dinsos PPU berupaya memahami mengapa anak-anak tidak dapat melanjutkan pendidikan formal dan apa saja faktor yang menyebabkan para mahasiswa berhenti di tengah jalan. Data ini nantinya akan menjadi dasar untuk langkah-langkah penanganan yang lebih efektif.

Menurut Kepala Bidang PAUD/TK Disdikpora PPU, Durajat, keterlibatan Dinsos sangatlah vital. Ia menjelaskan bahwa banyak kasus putus sekolah dan putus kuliah kemungkinan besar disebabkan oleh faktor ekonomi. Ketidakmampuan orang tua dalam membiayai pendidikan menjadi salah satu alasan utama mengapa seorang anak tidak dapat bersekolah.

“Kami melibatkan Dinsos karena kemungkinan besar anak tersebut putus sekolah karena faktor ekonomi. Orang tua tidak mampu membiayai sekolah, sehingga anak tersebut tidak dapat bersekolah,” terangnya pada Rabu (27/8/2025).

Selain faktor ekonomi, Durajat menambahkan bahwa ada kemungkinan lain yang menyebabkan fenomena ini. Ia menyebutkan bahwa faktor sosial dan budaya, serta faktor-faktor lain yang belum teridentifikasi, juga bisa menjadi penyebab.

“Sebab itu, kolaborasi dengan berbagai pihak lain sangat diperlukan, tidak hanya terbatas pada Dinsos saja,” tegasnya.

Melalui upaya sinergi ini, Disdikpora PPU berharap dapat memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai permasalahan pendidikan yang ada di wilayahnya.

Data yang terkumpul akan menjadi landasan untuk merumuskan solusi yang tepat guna, memastikan bahwa setiap anak dan remaja di PPU memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak (ADVDisdikpora/CB/AJI)

 

 

Reporter   : Aji Yudha

Editor        : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

PPU Perangi Pungli Sekolah Lewat Pengawasan Ketat Program KPC

28 Agustus 2025 - 15:21 WITA

Disdikpora PPU Soroti Status Santri Pesantren Tradisional Tidak Terdata di Dapodik

28 Agustus 2025 - 15:15 WITA

PPU Bentuk Tim Khusus untuk Atasi Anak Tidak Sekolah

26 Agustus 2025 - 17:38 WITA

Trending di Advertorial