Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Sekda PPU: Hari Santri Jadi Momen Berbenah Diri Pasca Tragedi Al-Khoziny

badge-check


					Foto: Sekda PPU, Tohar (Dok. CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Foto: Sekda PPU, Tohar (Dok. CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM — Di tengah sukacita peringatan Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyampaikan duka mendalam atas musibah runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, menyampaikan rasa bela sungkawa tersebut sebagai bentuk kepedulian daerah terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa dunia pesantren.

“Tragedi yang mengguncang tersebut telah merenggut nyawa 67 santri dan meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga serta seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya pada Rabu (22/10/2025).

Tohar bersama para santri di PPU memimpin doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan agar seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan dianggap sebagai syuhada.

Lebih dari sekadar ucapan duka, Tohar juga menyampaikan harapan besar agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan berat ini. Ia menegaskan bahwa musibah tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya keselamatan dan kualitas bangunan di fasilitas pendidikan.

Sebagai wujud nyata kepedulian dan kehadiran negara, Kementerian Agama (Kemenag) dilaporkan telah turun tangan langsung ke lokasi kejadian. Kemenag bertindak cepat untuk meninjau kondisi pascabencana, memberikan bantuan yang dibutuhkan, serta memastikan proses pemulihan bagi korban selamat dan lingkungan pesantren berjalan lancar.

“Langkah ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dan peduli terhadap pesantren serta para santri,” tegasnya.

Tohar menekankan bahwa momentum Hari Santri Nasional sekaligus menjadi saat yang tepat untuk berbenah diri.

“Kita berharap besar agar kejadian tragis serupa, yang menelan korban jiwa puluhan santri, tidak terulang kembali di kemudian hari melalui evaluasi menyeluruh terhadap keamanan dan kelayakan infrastruktur pesantren di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (CB/AJI)


 

Reporter   : Aji Yudha

Editor        : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Selamatkan Habitat Bekantan, 200 Pohon Perpak Ditanam di Sungai Tunan

11 Desember 2025 - 19:43 WITA

Polsek Babulu Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial dalam Sosialisasi PAW Desa Sebakung Jaya

11 Desember 2025 - 19:38 WITA

Kades Giripurwa Paparkan Proses Perencanaan dan Penggunaan Dana Studi Tiru ke Bali

11 Desember 2025 - 19:18 WITA

Sat Polairud PPU Gelar Khitanan Massal Gratis bagi Warga Pesisir

11 Desember 2025 - 16:04 WITA

Bupati PPU Mudyat Noor Serukan Keadilan di Peringatan Hari HAM Sedunia ke-77

11 Desember 2025 - 14:50 WITA

Trending di NASIONAL