Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL KOMINFO PPU

Dispusip PPU Dorong Generasi Muda Ciptakan Karya, Gantikan Pola Pikir “Ingin Menjadi Apa”

badge-check


					Foto: Kepala Dispusip PPU (Dok: CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Foto: Kepala Dispusip PPU (Dok: CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM—Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Penajam Paser Utara (PPU) secara konsisten memperkuat upaya membudayakan literasi di tengah masyarakat, khususnya menyasar segmen pelajar dan generasi muda. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen dinas untuk menumbuhkan fondasi intelektual yang kuat sebagai modal utama menghadapi tantangan masa depan.

Hal ini perlu didukung dengan peningkatan kemampuan berpikir mendalam, karena intelektualitas adalah kunci dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kritis dan kompetitif. Menurutnya, proses pelatihan kebiasaan membaca dan kemampuan analisis harus diintensifkan agar pelajar memiliki nilai tambah yang esensial di era perkembangan teknologi yang pesat.

Kepala Dispusip PPU, M. Yusuf Basra, menjelaskan perlunya pergeseran paradigma berpikir di kalangan pelajar. Ia kerap menyampaikan bahwa prinsip “ingin menjadi apa” harus diubah menjadi “ingin membuat apa”. Perubahan pola pikir ini penting untuk mengarahkan fokus pelajar agar tidak hanya terpatok pada profesi semata, melainkan pada nilai dan karya yang dapat dihasilkan melalui profesi tersebut.

“Untuk mewujudkan lahirnya karya nyata, kami menggalakkan kegiatan literasi yang terstruktur, salah satunya melalui Lomba MIS BAPER (Menulis Karya Tulis Ilmiah Bersama Perpustakaan). Lomba ini menjadi sarana konkret bagi pelajar untuk menuangkan gagasan dan menghasilkan karya tulis yang sistematis dan teruji,” ujarnya pada Minggu (23/11/2025).

Melalui partisipasi dalam lomba tersebut, pelajar diarahkan untuk melakukan serangkaian proses mulai dari riset awal, analisis persoalan, penulisan sistematis, hingga tahap revisi dan evaluasi. Proses yang menyeluruh ini dinilai vital dalam membentuk karakter pelajar yang adaptif, kreatif, kritis, serta mampu melahirkan produk intelektual yang dapat dibanggakan.

Lebih lanjut, Yusuf Basra menyoroti tantangan sosial berupa fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang sering menjebak kaum muda untuk sekadar ikut-ikutan tren tanpa pemahaman mendalam mengenai tujuan yang ingin dicapai. Ia mengingatkan bahwa memiliki pendirian berarti memiliki prinsip, visi, dan proses yang jelas, bukan sekadar mengikuti keramaian.

“Orang hebat tidak melakukan apa yang dilazimi orang banyak. Mereka punya prinsip, mulai berproses dari awal, berjuang sampai selesai, dan mampu merespons setiap tantangan dengan baik,” tutupnya.

Hal tersebut juga menegaskan bahwa kemandirian berpikir adalah ciri utama dari individu yang akan menjadi pemimpin di masa depan. (ADV/CB/AJI)


Reporter   : Aji Yudha

Editor        : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Selamatkan Habitat Bekantan, 200 Pohon Perpak Ditanam di Sungai Tunan

11 Desember 2025 - 19:43 WITA

Polsek Babulu Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial dalam Sosialisasi PAW Desa Sebakung Jaya

11 Desember 2025 - 19:38 WITA

Kades Giripurwa Paparkan Proses Perencanaan dan Penggunaan Dana Studi Tiru ke Bali

11 Desember 2025 - 19:18 WITA

Sat Polairud PPU Gelar Khitanan Massal Gratis bagi Warga Pesisir

11 Desember 2025 - 16:04 WITA

Bupati PPU Mudyat Noor Serukan Keadilan di Peringatan Hari HAM Sedunia ke-77

11 Desember 2025 - 14:50 WITA

Trending di NASIONAL