Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL KOMINFO PPU

Pamit dari PPU, Popda Kaltim Selanjutnya Siap Berpindah ke Kota Bontang

badge-check


					Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, dalam penutupan Popda XVII Tahun 2025 (Dok: CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor, dalam penutupan Popda XVII Tahun 2025 (Dok: CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Tahun 2025 Kalimantan Timur (Kaltim) resmi ditutup, setelah sepekan berpagar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai tuan rumah dan akan dilanjutkan tahun depan di Kota Bontang.

Penutupan yang berlasung di Halaman Kantor Bupati PPU, langsung ditutup oleh Bupati PPU, Mudyat Noor serta dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan instansi terkait.

Bupati PPU, Mudyat Noor memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen di setiap kabupaten yang mengikuti Popda XVII tahun 2025, hal tersebut karena telah ikut andil berpartisipasi dalam ajang pertandingan bergengsi tersebut.

“Kami dari Pemerintah Daerah (Pemda) PPU berterima kasih kepada seluruh pihak baik dari Kontingen, Panitia, dan yang lainnya karena telah mensukseskan Popda XVII tahun 2025 dengan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti,” ungkapnya pada Kamis (27/11/2025).

Lebih lanjut, ia melihat sendiri bagaimana perjuangan para kontingen di setiap kabupaten yang ada di Kaltim untuk mengharumkan nama daerahnya selama sepekan.

Ia juga mengapresiasi kepada kota atau kabupaten yang telah menjadi juara umum serta memberikan semangat kepada daerah yang belum maksimal dalam perebutan piala atau piagam.

“Memang ada yang kalah dan tidak mendapatkan medali sama sekali, tapi ini jangan dijadikan acuan karena Popda ini hanyalah sebuah pertandingan,” jelasnya.

Diketahui, Popda merupakan sebuah pertandingan untuk menjadi batu lompatan ke jenjang pertandingan selanjutnya, dengan kontingen dan atlet yang lebih profesional. (ADV/CB/AJI)


Reporter   : Aji Yudha

Editor        : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

APBD 2026 Senilai Rp1,48 Triliun, Turun Drastis Akibat Penurunan Dana Pusat

30 November 2025 - 12:32 WITA

Disdikpora PPU Bersiap Tempati Gedung Baru, Akhiri Era Kantor Nomaden

30 November 2025 - 11:41 WITA

Solusi Ekonomi Nelayan PPU: DPRD Dorong Percepatan Pembangunan TPI di Waru

30 November 2025 - 11:29 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA