Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL KOMINFO PPU

Wabup PPU Jamin Transparansi: Dana Daerah Dialokasikan Adil untuk Semua Guru

badge-check


					Foto: Wabup PPU, Abdul Waris Muin (Dok: CahayaBorneo/AJI). Perbesar

Foto: Wabup PPU, Abdul Waris Muin (Dok: CahayaBorneo/AJI).

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) menyuarakan komitmen kuat untuk menghapus jurang pemisah kesejahteraan antara guru swasta dan negeri.

Langkah progresif ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional ke-80 tahun 2025, sebagai upaya nyata Pemda dalam menjamin apresiasi yang merata bagi seluruh pendidik di PPU.

Komitmen ini muncul sebagai respons terhadap kondisi yang dinilai masih “berat sebelah” atau diskriminatif, di mana tunjangan dan gaji guru swasta masih terpaut jauh dibandingkan dengan yang diterima oleh guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pemkab PPU kini bertekad untuk menyelaraskan tunjangan bagi kedua kelompok guru tersebut, menegaskan bahwa kualitas pengabdian harus dihargai tanpa memandang status kepegawaian.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, dengan tegas menyampaikan jaminan tersebut dalam momen penting ini. Menurutnya, selama pemerintah daerah masih memiliki ketersediaan anggaran, maka dana tersebut harus diprioritaskan untuk kepentingan para guru dan masyarakat luas.

Hal ini menunjukkan perhatian serius Pemda terhadap kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

“Jadi anggaran itu milik masyarakat, bukan milik saya dan Bupati PPU,” tegas Waris Muin di hadapan publik pada Selasa (2/12/2025).

Pernyataan ini sekaligus menjadi penekanan bahwa anggaran daerah adalah hak kolektif yang harus dialokasikan secara adil, termasuk untuk menunjang profesi guru yang mulia.

“Jadi masyarakat dan para guru untuk tidak berprasangka buruk terhadap anggaran Pemkab PPU,” terangnya.

Ia memastikan bahwa alokasi anggaran akan selalu berpihak pada kepentingan publik, khususnya dalam sektor pendidikan yang menjadi prioritas utama daerah.

Melalui langkah ini, Pemkab PPU berharap semangat para guru di seluruh PPU dapat terangkat, sehingga mereka dapat mengajar dan mendidik generasi muda dengan hati yang tenang dan penuh dedikasi, sejalan dengan tema besar peringatan Hari Guru Nasional tahun ini.

“Komitmen ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu pendidikan yang ada di PPU,” pungkasnya. (ADV/CB/AJI).


Reporter   : Aji Yudha

Editor        : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Selamatkan Habitat Bekantan, 200 Pohon Perpak Ditanam di Sungai Tunan

11 Desember 2025 - 19:43 WITA

Polsek Babulu Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial dalam Sosialisasi PAW Desa Sebakung Jaya

11 Desember 2025 - 19:38 WITA

Kades Giripurwa Paparkan Proses Perencanaan dan Penggunaan Dana Studi Tiru ke Bali

11 Desember 2025 - 19:18 WITA

Sat Polairud PPU Gelar Khitanan Massal Gratis bagi Warga Pesisir

11 Desember 2025 - 16:04 WITA

Bupati PPU Mudyat Noor Serukan Keadilan di Peringatan Hari HAM Sedunia ke-77

11 Desember 2025 - 14:50 WITA

Trending di NASIONAL