Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

DAERAH

Sinkronisasi Proyek Terkendala, Pembangunan Infrastruktur di Sepaku Tertunda

badge-check


					Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Petriandy Ponganton Pasulu pada saat ditemui di kantor PUPR PPU. (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Petriandy Ponganton Pasulu pada saat ditemui di kantor PUPR PPU. (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM – Penduduk Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih harus bersabar menantikan perbaikan jalan yang lebih memadai. Proyek peningkatan infrastruktur di wilayah ini terkendala oleh proses sinkronisasi yang belum selesai dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Pembangunan infrastruktur di Sepaku merupakan bagian integral dari pengembangan Ibu Kota Nusantara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), berkomitmen untuk mendukung visi besar tersebut. Namun, proses perencanaan dan pembangunan harus dilakukan secara hati-hati dan terukur agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, menjelaskan bahwa pihaknya harus memastikan semua rencana pembangunan sesuai dengan kebijakan OIKN agar tidak terjadi pemborosan anggaran.

“Otorita IKN akan fokus pada pengembangan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sementara Pemkab PPU akan bertanggung jawab atas infrastruktur di luar KIPP. Meskipun demikian, koordinasi antara kedua pihak tetap sangat penting untuk memastikan keselarasan dan sinergi dalam pembangunan,” ujar Petriandy Rabu (04/12/2024).

Sebagai solusi sementara, PUPR PPU saat ini hanya melakukan pemeliharaan jalan ringan di luar KIPP. Namun, untuk jangka panjang, diperlukan perencanaan yang lebih matang dan komprehensif untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Sepaku.

“Kami optimistis bahwa dengan adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten PPU dan Otorita IKN, pembangunan infrastruktur di Sepaku akan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pembangunan yang terencana dan berkelanjutan akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sepaku,” tambahnya.

Infrastruktur jalan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur di Sepaku harus menjadi prioritas. Namun, proses pembangunan harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspek lingkungan dan sosial.(CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Fokus SDM, Disdikpora PPU Rekrut Guru Lokal untuk Sekolah Rakyat

29 Agustus 2025 - 18:51 WITA

Gedung Baru Disdikpora PPU Belum Dapat Digunakan

29 Agustus 2025 - 18:47 WITA

Disdikpora PPU Siapkan Skema BOS untuk 19 Sekolah Swasta, Wujud Pemerataan Pendidikan

29 Agustus 2025 - 18:45 WITA

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA