Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

DAERAH

Perjuangan Panjang Posyandu Penajam untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

badge-check


					Kegiatan Upaya menurunkan angka stunting di Kelurahan Penajam (Dok : Istimewa) Perbesar

Kegiatan Upaya menurunkan angka stunting di Kelurahan Penajam (Dok : Istimewa)

PENAJAM – Upaya menurunkan angka stunting di Kelurahan Penajam menghadapi tantangan yang cukup signifikan. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak menjadi salah satu kendalanya. Namun, para kader Posyandu tidak menyerah.

Mereka terus berinovasi dengan program jemput bola untuk menjangkau langsung rumah-rumah warga.

Fatmawati, Sekretaris Koordinator Posyandu Kelurahan Penajam, mengungkapkan bahwa partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu masih jauh dari harapan.

“Seringkali, hanya sebagian kecil dari anak yang seharusnya datang, yang benar-benar hadir,” ujarnya Kamis (05/12/2024).

Sebagai solusi, Posyandu Kelurahan Penajam menjalankan program jemput bola. Para kader secara rutin mengunjungi rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada anak-anak dan ibu hamil.

“Kami tidak ingin ada anak yang terlewatkan,” tegas Fatmawati.

Selain program jemput bola, Posyandu juga intensif melakukan Deteksi Dini dan Surveilans (D per S). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko mengalami stunting sejak dini. Bagi anak-anak yang terdeteksi mengalami masalah gizi, Posyandu memberikan makanan tambahan (PMT) secara teratur.

Berdasarkan data terbaru, Posyandu Kelurahan Penajam saat ini menangani 62 anak dengan kategori berat badan kurang dan 5 ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus.

“Kami berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayah kami,” kata Fatmawati.

Fatmawati berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan anak-anak mereka. “Dengan kerja sama yang baik antara Posyandu dan masyarakat, kami yakin target penurunan stunting dapat tercapai,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya Posyandu dalam menurunkan angka stunting, pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih besar. Baik dalam hal anggaran, sumber daya manusia, maupun sosialisasi program-program pencegahan stunting. (CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Fokus SDM, Disdikpora PPU Rekrut Guru Lokal untuk Sekolah Rakyat

29 Agustus 2025 - 18:51 WITA

Gedung Baru Disdikpora PPU Belum Dapat Digunakan

29 Agustus 2025 - 18:47 WITA

Disdikpora PPU Siapkan Skema BOS untuk 19 Sekolah Swasta, Wujud Pemerataan Pendidikan

29 Agustus 2025 - 18:45 WITA

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA