Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Ratusan THL di Disdikpora PPU Dirumahkan

badge-check


					Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkeru pada saat di wawancarai di kantornya (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkeru pada saat di wawancarai di kantornya (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM — Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di mana ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) harus dirumahkan. Kebijakan ini diambil sebagai konsekuensi dari implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melarang penggunaan tenaga honorer di instansi pemerintah.

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, mengungkapkan bahwa Sebanyak 241 THL, yang sebagian besar merupakan tenaga pendidik, telah dirumahkan. keputusan ini tidak hanya berdampak pada instansinya, tetapi juga pada sektor pemerintahan lainnya.

“Kondisi ini diperparah dengan akan memasuki masa pensiunnya 104 guru di PPU tahun ini. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kekosongan tenaga pendidik yang signifikan,” ujarnya, Sabtu (01/02/2025).

Andi menjelaskan bahwa kebijakan ini berdampak besar pada proses pendidikan di wilayahnya. Kekurangan tenaga pengajar dapat mengganggu kegiatan belajar-mengajar dan berpotensi menurunkan kualitas pendidikan di PPU.

“Kami berharap ada kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat terkait pengisian kekosongan tenaga pengajar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proses belajar-mengajar tetap berjalan dengan baik dan tidak ada siswa yang dirugikan,” ungkapnya.

Pemerintah daerah (Pemkab) PPU saat ini sedang berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga pengajar ini. Berbagai opsi sedang dipertimbangkan untuk memastikan bahwa pendidikan di PPU tetap berkualitas.

“Masyarakat PPU berharap agar Pemkab dapat segera menemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. Mereka berharap agar anak-anak mereka tetap mendapatkan pendidikan yang layak meskipun ada tantangan kekurangan tenaga pengajar,” imbunnya.

Pemkab PPU menegaskan bahwa pendidikan berkualitas adalah prioritas utama. Mereka berjanji akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan di daerah ini. (CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Fokus SDM, Disdikpora PPU Rekrut Guru Lokal untuk Sekolah Rakyat

29 Agustus 2025 - 18:51 WITA

Gedung Baru Disdikpora PPU Belum Dapat Digunakan

29 Agustus 2025 - 18:47 WITA

Disdikpora PPU Siapkan Skema BOS untuk 19 Sekolah Swasta, Wujud Pemerataan Pendidikan

29 Agustus 2025 - 18:45 WITA

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA