Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Pemkab PPU Intensifkan Koordinasi untuk Program Makan Bergizi Gratis

badge-check


					Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, pada saat ditemui di kantornya (Dok : istimewa) Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, pada saat ditemui di kantornya (Dok : istimewa)

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus mematangkan persiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengungkapkan pihaknya telah menerima alokasi 22 Stasiun Pelayanan (SP) dari pemerintah pusat. Namun, detail teknis terkait mekanisme pelaksanaan dan lokasi pembangunan SP masih dalam tahap pembahasan yang intensif.

“Kami telah mengikuti Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi MBG. Awalnya, kami menghadapi beberapa kebingungan, tetapi sekarang arahnya sudah lebih jelas,” ujarnya, Jumat (14/02/2025).

Pemkab PPU berencana untuk segera mengadakan rapat konsolidasi dengan seluruh stakeholder terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan daerah dalam mendukung program ini, termasuk ketersediaan bahan pangan yang sebagian besar diharapkan dapat dipasok dari sumber-sumber lokal.

“Kami melihat program ini sebagai peluang emas bagi sektor pertanian untuk berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam penyediaan bahan pangan, tantangannya adalah memastikan apakah kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sepenuhnya dari lokal ataukah kita masih perlu bergantung pada suplai dari luar daerah,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab PPU juga masih menunggu kejelasan dari BGN mengenai penentuan lokasi SP. Apakah akan didasarkan pada jumlah penerima manfaat seperti pelajar, ibu hamil, dan santri pondok pesantren, ataukah akan ditentukan berdasarkan jangkauan layanan.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan BGN dan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa program MBG ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Kami ingin program ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat PPU,” tegasnya.

Pemkab PPU berkomitmen penuh untuk menyukseskan program MBG ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung agenda prioritas nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. (CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Fokus SDM, Disdikpora PPU Rekrut Guru Lokal untuk Sekolah Rakyat

29 Agustus 2025 - 18:51 WITA

Gedung Baru Disdikpora PPU Belum Dapat Digunakan

29 Agustus 2025 - 18:47 WITA

Disdikpora PPU Siapkan Skema BOS untuk 19 Sekolah Swasta, Wujud Pemerataan Pendidikan

29 Agustus 2025 - 18:45 WITA

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA