Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Advertorial

Investasi di PPU Tembus Rp 3,7 Triliun, Efek IKN Semakin Terasa

badge-check


					foto : Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

foto : Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM— Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mencatatkan rekor investasi fantastis sepanjang tahun berjalan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU mengumumkan bahwa realisasi investasi di wilayah tersebut telah menembus angka Rp 3,7 triliun.

Capaian gemilang ini melampaui ekspektasi awal yang menargetkan investasi sebesar Rp 2,6 triliun. Lonjakan investasi yang mencapai lebih dari satu triliun rupiah ini menandakan geliat ekonomi yang luar biasa di PPU pada tahun 2024.

Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, mengungkapkan keyakinannya bahwa keberadaan proyek strategis nasional, Ibu Kota Nusantara (IKN), menjadi magnet utama bagi para investor. Lokasi IKN yang sebagian besar berada di Kecamatan Sepaku, wilayah administratif Kabupaten PPU, memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengusaha untuk menanamkan modalnya.

“Posisi strategis PPU sebagai ‘penyangga’ IKN memberikan peluang investasi yang sangat menjanjikan di berbagai sektor,” ujar Thohiron pada Kamis (08/5/2025).

Namun, di tengah pencapaian investasi yang membanggakan ini, terselip potensi tantangan di masa depan. Thohiron menyoroti bahwa dari total investasi Rp 3,7 triliun yang terealisasi, terdapat delapan perusahaan yang saat ini beroperasi di dalam wilayah yang diproyeksikan akan menjadi bagian administratif dari IKN.

Kekhawatiran muncul apabila nantinya IKN secara resmi terpisah dari Kabupaten PPU. Thohiron menjelaskan bahwa pemisahan wilayah ini berpotensi menghilangkan kontribusi signifikan dari delapan perusahaan tersebut terhadap catatan investasi Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Jika pemisahan wilayah terjadi, maka angka realisasi investasi PPU di masa mendatang berpotensi mengalami penurunan yang cukup signifikan,” tegasnya.

Oleh karena itu, DPRD PPU mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah antisipasi dan menyusun strategi yang komprehensif guna menghadapi potensi penurunan investasi ini. Upaya mencari alternatif investasi baru dan mengembangkan potensi ekonomi di luar wilayah IKN menjadi krusial untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi PPU di masa depan. (CB/AJI)

Penulis : Aji Yudha

Editor : Nana Bq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!                                          Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:

https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peringati HMPI, Otorita IKN Tanam 500 Pohon untuk Wujudkan Forest City Berkelanjutan

30 November 2025 - 14:44 WITA

Raperda APBD 2026 Disahkan, Bupati Mudyat Noor Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

30 November 2025 - 14:26 WITA

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

APBD 2026 Senilai Rp1,48 Triliun, Turun Drastis Akibat Penurunan Dana Pusat

30 November 2025 - 12:32 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA