Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

NASIONAL

Sri Mulyani Ungkap Prioritas APBN 2026: Makan Gratis hingga Ketahanan Energi

badge-check


					Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI pagi ini (22/8) di Jakarta (Dok. Instagram/@smindrawati) Perbesar

Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI pagi ini (22/8) di Jakarta (Dok. Instagram/@smindrawati)

NASIONAL  — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI pagi ini (22/8) di Jakarta. Dalam rapat tersebut, turut hadir Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Kaimuddin, serta Kepala Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Agenda utama rapat adalah pembahasan mengenai Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2026.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa APBN 2026 dirancang sebagai instrumen utama untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto yang telah disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 15 Agustus 2025 lalu. Visi tersebut adalah tercapainya kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi demi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.

APBN 2026 akan mendanai delapan program prioritas dengan total alokasi yang signifikan. Berikut rincian alokasi sementara:

  1. Ketahanan Pangan – Rp164,4 triliun

  2. Ketahanan Energi – Rp402,4 triliun

  3. Program Makan Bergizi Gratis – Rp335 triliun

  4. Program Pendidikan – Rp757,8 triliun

  5. Program Kesehatan – Rp244 triliun

  6. Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM – Rp181,8 triliun

  7. Pertahanan Semesta – (alokasi tidak disebutkan secara rinci)

  8. Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global melalui peran Danantara Indonesia

“Seluruh program ini telah dimasukkan ke dalam APBN. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai berjalan tahun ini dan akan dilanjutkan pada 2026,” ujar Sri Mulyani. Ia menegaskan bahwa kredibilitas dan keberlanjutan APBN tetap menjadi prioritas agar dapat menjadi jangkar stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung pelaksanaan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam rapat tersebut, disampaikan pula Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2026, yaitu:

  • Pertumbuhan Ekonomi: 5,4%

  • Inflasi: 2,5%

  • Suku Bunga SBN 10 Tahun: 6,9%

  • Nilai Tukar Rupiah: Rp16.500 per USD

Sri Mulyani mengingatkan bahwa ketidakpastian global diperkirakan masih akan berlangsung di tahun 2026. Oleh karena itu, pengelolaan APBN akan terus dilakukan secara hati-hati dan terukur guna menjaga kesehatan fiskal nasional. (*)

 

 

Sumber  : Instagram/@smindrawati

Editor     : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nabila Putri Giswatama Dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2025

26 Agustus 2025 - 15:03 WITA

Presiden Prabowo Silaturahmi ke Rumah K.H. Ma’ruf Amin, Bahas Masa Depan Bangsa

25 Agustus 2025 - 14:54 WITA

Dukung Keselamatan Masyarakat, PT Pertamina EP Sangatta Field Gelar Sosialisasi Penanganan Kebakaran Skala Rumah Tangga

25 Agustus 2025 - 13:29 WITA

Menteri Ekraf Dorong Potensi Gim Lokal di Gamescom 2025, Jalin Kolaborasi Global

24 Agustus 2025 - 12:06 WITA

Tom Lembong Ungkap Dukungan Ibu-Ibu Korban Ketidakadilan di Setiap Sidang Kasusnya

24 Agustus 2025 - 12:05 WITA

Trending di NASIONAL