NASIONAL — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI pagi ini (22/8) di Jakarta. Dalam rapat tersebut, turut hadir Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Kaimuddin, serta Kepala Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Agenda utama rapat adalah pembahasan mengenai Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2026.
Sri Mulyani menyampaikan bahwa APBN 2026 dirancang sebagai instrumen utama untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto yang telah disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 15 Agustus 2025 lalu. Visi tersebut adalah tercapainya kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi demi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.
APBN 2026 akan mendanai delapan program prioritas dengan total alokasi yang signifikan. Berikut rincian alokasi sementara:
-
Ketahanan Pangan – Rp164,4 triliun
-
Ketahanan Energi – Rp402,4 triliun
-
Program Makan Bergizi Gratis – Rp335 triliun
-
Program Pendidikan – Rp757,8 triliun
-
Program Kesehatan – Rp244 triliun
-
Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM – Rp181,8 triliun
-
Pertahanan Semesta – (alokasi tidak disebutkan secara rinci)
-
Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global melalui peran Danantara Indonesia
“Seluruh program ini telah dimasukkan ke dalam APBN. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai berjalan tahun ini dan akan dilanjutkan pada 2026,” ujar Sri Mulyani. Ia menegaskan bahwa kredibilitas dan keberlanjutan APBN tetap menjadi prioritas agar dapat menjadi jangkar stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung pelaksanaan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.
Dalam rapat tersebut, disampaikan pula Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2026, yaitu:
-
Pertumbuhan Ekonomi: 5,4%
-
Inflasi: 2,5%
-
Suku Bunga SBN 10 Tahun: 6,9%
-
Nilai Tukar Rupiah: Rp16.500 per USD
Sri Mulyani mengingatkan bahwa ketidakpastian global diperkirakan masih akan berlangsung di tahun 2026. Oleh karena itu, pengelolaan APBN akan terus dilakukan secara hati-hati dan terukur guna menjaga kesehatan fiskal nasional. (*)
Sumber : Instagram/@smindrawati
Editor : Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!