Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Selamatkan Bekantan di Sungai Tunan Penajam: Yayasan Pakisbaja Tanam Mangrove

badge-check


					Foto: Pembina Yayasan Pakisbaja, Eric Maxey. (DOK. CB Media/DMS) Perbesar

Foto: Pembina Yayasan Pakisbaja, Eric Maxey. (DOK. CB Media/DMS)

PENAJAM – Yayasan Praktis Praja menyampaikan keprihatinan  terhadap kondisi habitat pekantan di kawasan Sungai Tunan khususnya di sepanjang Sungai Tunan, lokasinya berada di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Yayasan Pakisbaja , tim menemukan bahwa populasi pekantan di wilayah tersebut ternyata cukup besar. Namun, kelangsungan hidup satwa ini terancam karena berkurangnya tanaman perpak yakni sejenis mangrove yang menjadi makanan utama mereka.

Dikatakan Pembina Yayasan Pakisbaja, Eric Maxey bahwa menurut catatan warga setempat, sekitar 30 tahun lalu Sungai Tunan dipenuhi oleh pohon perpak.

“Saat ini sebagian besar tanaman itu hilang akibat berbagai aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan sawit, pembuatan kolam, gudang dan hal-hal lain,” ucap Eric, Minggu (30/11/2025).

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Pakisbaja mengambil langkah penyelamatan habitat dengan memulai penanaman seribu pohon mangrove di bibir sungai. Program ini juga melibatkan kerja sama dengan Pertamina sebagai mitra utama dalam rehabilitasi lingkungan.

Disebutkan Eric, pada tanggal 6 Desember 2025 mendatang, sebanyak 200 pohon mangrove dijadwalkan untuk ditanam bersama para pemuda dari Girimukuri. Sebelumnya, bulan lalu, program serupa telah berhasil menanam hampir 300 pohon dengan dukungan komunitas dan warga setempat.

Yayasan Pakisbaja menargetkan kegiatan penanaman dilakukan setiap bulan, disertai monitoring rutin. Perkembangan pohon-pohon yang sudah ditanam akan didokumentasikan melalui foto dan dilaporkan secara berkala kepada Pertamina.

“Kami akan monitoring tiap bulan perkembangan pohon Mangrove tersebut,” ujarnya. (*)

Editor : Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!

Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:

https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D

Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

TPP ASN PPU Dipastikan Aman Meski APBD 2026 Menurun Signifikan

30 November 2025 - 20:20 WITA

Raperda APBD 2026 Disahkan, Bupati Mudyat Noor Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

30 November 2025 - 14:26 WITA

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

APBD 2026 Senilai Rp1,48 Triliun, Turun Drastis Akibat Penurunan Dana Pusat

30 November 2025 - 12:32 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA