Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL DPRD PPU

Anggota DPRD PPU Dorong Realisasi Bendungan Telake

badge-check


					Foto: Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Sujiati. (DOK.  CahayaBorneo.com) Perbesar

Foto: Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Sujiati. (DOK. CahayaBorneo.com)

PENAJAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Sujiati mendorong pemerintah pusat untuk merealisasikan Bendug Gerak Sungai Telake yang berada di Perbatasan Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

Sujiati berharap pemerintah pusat dapat memprioritaskan kelanjutan pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake. Sebelumnya, Bendung Gerak Sungai Telake sudah melalui proses lelang, namun terhenti lantaran pemerintah pusat memprioritaskan Bendungan Sepaku untuk kebutuhan air di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Bahkan dulu sudah masuk lelang di pemerintah pusat. Tetapi dialihkan pembangunan bedungan dan memprioritaskan pembangunan Bendung Sepaku. Padahal memang sama-sama dibutuhkan kedua bendungan itu. Harapanya pemerintah pusat harus ikut andil dalam mengataasi lahan pangan kita agar tidak alih fungsi,” ujar Sujiati, Sabtu (4/11/2023).

Sebab, dengan adanya Bendung Gerak Sungai Telake, kata Sujiati, hal ini akan mengurangi petani di Kecamatan Babulu yang melakukan alih fungsi lahan dari persawahan menjadi perkebunan kelapa sawit. Ia mengonfrontasi pemerintah pusat untuk kembali memprioritaskan Bendung Gerak Sungai Telake agar segera dilanjutkan pembangunannya.

“Kita gak jenuh-jenuh, tidak cape-cape menyampaikan bahwa irigasi itu harus terealisasi (Bendung Gerak Sungai Telake). Karena sebenarnya irigasi dari dulu udah terealisasi kalau tidak dialihkan ke IKN. Karena dulu sudah berkontrak. Kemudian dialihkan ke IKN. IKN jadi alasan bahwa pasokan airnya harus utama. Sekarang sudah selesai. Sudah saatnya Bendung Gerak Telake yang harus di utamakan,” pinta Sujiati.

Pembebasan lahan Pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake telah dilakukan pada 2020. Bendungan tersebut juga sebagai persiapan untuk pemenuhan kebutuhan pangan di IKN.

Pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake seluas 74,307 hektare mencakup Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser dengan perkiraan anggaran lebih kurang Rp759,8 miliar. (ADV/CB)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Fokus SDM, Disdikpora PPU Rekrut Guru Lokal untuk Sekolah Rakyat

29 Agustus 2025 - 18:51 WITA

Gedung Baru Disdikpora PPU Belum Dapat Digunakan

29 Agustus 2025 - 18:47 WITA

Disdikpora PPU Siapkan Skema BOS untuk 19 Sekolah Swasta, Wujud Pemerataan Pendidikan

29 Agustus 2025 - 18:45 WITA

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA