Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL DPRD PPU

Kebutuhan Air Untuk Persawahan di Penajam Belum Terpenuhi

badge-check


					Foto: Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Sujiati. (DOK.  CahayaBorneo.com) Perbesar

Foto: Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Sujiati. (DOK. CahayaBorneo.com)

PENAJAM – Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Sujiati mengatakan kebutuhan air untuk irigasi lahan persawahan di daerah berjuluk Benuo Taka itu hingga kini belum terpenuhi.

“Petani di wilayah Penajam Paser Utara hanya bisa tanam sekali dalam satu tahun,” ujar Sujiati, Jumat (17/11/2023).

“Harapan petani bisa tanam dua kali dalam satu tahun, tapi tidak bisa dilakukan karena kebutuhan air untuk pengairan sawah belum terpenuhi,” tambahnya.

Pengairan lahan persawahan di wilayah PPU mayoritas masih mengandalkan tadah hujan, jika musim kemarau persediaan air untuk irigasi menjadi kendala utama.

Dengan kurangnya sumber air untuk irigasi tersebut jelas Sujiati, dari total luas lahan di wilayah PPU baru sekitar 80 persen yang bisa digarap para petani.

Masyarakat petani di Kabupaten PPU lanjut ia, membutuhkan tindakan nyata (konkret) dari Pemerintah Kabupaten PPU menyelesaikan persoalan sumber air untuk irigasi.

Sujiati mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten PPU dapat memaksimalkan sungai besar di setiap kecamatan dengan diberi pintu air untuk mengatasi persoalan pengairan yang sudah menahun tersebut.

Saluran-saluran sungai besar di masing-masing kecamatan perlu dimaksimalkan untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air pengairan sawah,” ucapnya.

Pembangunan bendung gerak Sungai Talake di Kabupaten Paser, yang bisa menjadi sumber air irigasi persawahan di Kabupaten Penajam Paser Utara butuh proses panjang dan waktu yang lama sebab biayanya cukup besar.

Keberadaan bendung gerak Sungai Talake tersebut sebagai solusi terbaik, namun kata Sujiati, pembangunannya jangka panjang, serta proses tidak mudah dan belum bisa cepat diwujudkan.

Jadi ia menimpali lagi, maksimalkan sungai-sungai yang ada di wilayah PPU dengan diberi pintu air untuk membantu masyarakat petani. (ADV/CB)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Selamatkan Bekantan di Sungai Tunan Penajam: Yayasan Pakisbaja Tanam Mangrove

30 November 2025 - 20:53 WITA

TPP ASN PPU Dipastikan Aman Meski APBD 2026 Menurun Signifikan

30 November 2025 - 20:20 WITA

Raperda APBD 2026 Disahkan, Bupati Mudyat Noor Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

30 November 2025 - 14:26 WITA

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA