Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

DAERAH

Banyak Diminati Wisatawan, Pantai Sipakario Perlu Hadirkan Bermacam Kuliner 

badge-check


					Foto: Suasana di Pantai Sipakario, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (DOK. CahayaBorneo/Dinda) Perbesar

Foto: Suasana di Pantai Sipakario, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (DOK. CahayaBorneo/Dinda)

PENAJAM – Pantai Sipakario kerap dikunjungi penduduk setempat dan juga wisatawan luar daerah yang sedang berkunjung ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pantai ini  berada di Coastal Road, Kelurahan Nipah-nipah, Kabupaten PPU, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pantai yang sudah puluhan tahun ditetapkan sebagai objek wisata pantai itu, memiliki daya tarik yang cukup baik. Selain menawarkan akses yang mudah karena terus mengalami pembenahan, berbagai macam dagangan kuliner tersedia di sana.

Muria (56) merupakan salah satu pengunjung pantai Sipakario mengungkapkan kondisi lingkungan di Pantai Sipakario kurang bersih. Kebersihan di Pantai Sipakario harusnya tetap dijaga, sehingga objek wisata di sini tetap terlihat rapi dan indah.

“Ini harus ditingkatkan lagi kebersihannya lagi seperti sampah-sampah,” ungkap Maria, Sabtu (30/3/2024).

Maria juga berharap, pedagang di Pantai Sipakario dapat menjual berbagai kuliner seperti ikan bakar atau jenis makanan berat lainnya.

“Terus untuk pedagang di sini bisa ditingkatkan lagi jualannya biar lebih menarik lagi. Kalau bisa jualan seperti ikan bakar atau makanan berat lainnya tidak makanan ringan semua, ” kata Maria.

Pantai yang sudah ramai dikunjungi sejak tahun 2009 lalu, objek wisata ini juga banyak dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya warga Kabupaten PPU, tetapi juga warga dari Kabupaten Paser, Kota Balikpapan hingga Kota Samarinda. 

Nurhasanah (45) salah satu pedagang di Pantai Sipakario mengatakan, selama bulan ramadan, ia mengaku dagangannya tidak ada kenaikan omset yang signifikan karena kurangnya pengunjung atau pembeli. 

“Biarpun malam tetap sepi karena karaokenya tutup, di sini banyak orang datang untuk karaoke. Selama ditutup sudah mulai sepi,” Kata Nurhasanah.

Ia mengaku selama bulan puasa, kebutuhan pokok seperti gula mengalami kenaikan harga, hal inilah yang membuat pedagang harus menaikan harga jualan di pantai tersebut.

“Seperti gula dan beras naik selama bulan puasa, walaupun banyak pengunjung, hasil dagangan itu digunakan untuk menutupi modal saja,” ucapnya. 

Nurhasanah berharap pengunjung pantai bisa ramai seperti biasanya, selain itu  pemerintah daerah dapat kembali mengizinkan para pengunjung untuk karaoke kembali. Pasalnya, pemerintah daerah memberikan surat edaran kepad seluruh pedagang untuk tidak mengizinkan menyediakan fasilitas karaoke di Pantai Sipakario.

“Kalau karaoke diadakan lagi mungkin banyak lagi pengunjung berdatangan. Surat edaran sendiri diberikan langsung dari pemerintah, saya berharap sebelum Lebaran, kegiatan karaoke bisa kembali normal,” tutupnya. (CB/ADM)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kejurnas Pickleball 2025 Resmi Dibuka, Bupati PPU Pukul Bola Pertama

13 Desember 2025 - 11:48 WITA

Kepengurusan KAHMI PPU Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Indrayani Pimpin Presidium

13 Desember 2025 - 10:57 WITA

Sat Binmas Polres PPU Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Satpam dan Dishub

12 Desember 2025 - 13:11 WITA

Harga Pangan di PPU Merangkak Naik Jelang Nataru

12 Desember 2025 - 12:41 WITA

Selamatkan Habitat Bekantan, 200 Pohon Perpak Ditanam di Sungai Tunan

11 Desember 2025 - 19:43 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA