Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL DPRD PPU

DPRD PPU Dorong Penggunaan QRIS untuk Maksimalkan Pendapatan Daerah dan Kembangkan Pariwisata

badge-check


					Foto: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Jhon Kenedi. (DOK. CahayaBorneo.com) Perbesar

Foto: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Jhon Kenedi. (DOK. CahayaBorneo.com)

PENAJAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedi, mendesak pemerintah daerah untuk menjadikan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD).

Jhon menilai langkah ini akan mempermudah masyarakat dalam bertransaksi dan mendorong pengelolaan pendapatan yang lebih transparan.

Jhon Kenedi menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk penerapan QRIS. 

Menurut Jhon, penggunaan sistem pembayaran elektronik ini akan mengurangi risiko pungutan liar dan mempercepat proses pemasukan dana langsung ke rekening pemerintah daerah.

“Tentu kita akan mengacu ke sana dan ini akan mempermudah traksaksi. Artinya tidak ada lagi pungutan-pungutan liar karena langsung masuk ke rekening pemerintah daerah,” kata Jhon Kenedi, Sabtu (28/9/2024).

Selain mendorong inovasi dalam sistem pembayaran, Jhon juga menyoroti potensi besar sektor pariwisata di Kabupaten PPU, terutama dengan perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Ia meminta agar pemerintah daerah lebih serius mengembangkan destinasi wisata selain Pantai Nipah-nipah masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 untuk menarik lebih banyak turis dan pengunjung.

 

“Saya juga berharap artinya pariwisata ini bukan hanya di Pantai Nipah-nipah saja. Kita harus membuka pariwisata yang lain juga untuk masyarakat dan para pendatang nanti,” tandasnya.

Menurut Jhon, ini juga menjadi peluang emas bagi para pengusaha lokal untuk ikut serta dalam mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten PPU, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.(ADV/CB/DADM)
Tim Redaksi CahayaBorneo.com



Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kejurnas Pickleball 2025 Resmi Dibuka, Bupati PPU Pukul Bola Pertama

13 Desember 2025 - 11:48 WITA

Kepengurusan KAHMI PPU Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Indrayani Pimpin Presidium

13 Desember 2025 - 10:57 WITA

Sat Binmas Polres PPU Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Satpam dan Dishub

12 Desember 2025 - 13:11 WITA

Harga Pangan di PPU Merangkak Naik Jelang Nataru

12 Desember 2025 - 12:41 WITA

Selamatkan Habitat Bekantan, 200 Pohon Perpak Ditanam di Sungai Tunan

11 Desember 2025 - 19:43 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA