Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL DPRD PPU

Kasus DBD di Sepaku, DPRD PPU Soroti Kondisi Kebersihan di IKN

badge-check


					Anggota DPRD PPU, Sariman pada saat wawancarai (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Anggota DPRD PPU, Sariman pada saat wawancarai (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM– Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menjadi perhatian serius anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Sariman, salah satu anggota dewan, menyoroti peran Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam penyebaran penyakit ini.
Menurut Sariman, berdasarkan data yang diperolehnya, sebagian besar kasus DBD di Sepaku berasal dari para pekerja proyek IKN.

“Yang terjangkit itu para pekerja yang ada di IKN. Sebenarnya penyeberangan (penularan) itu dari para pekerja,” ujarnya Senin (18/11/2024).

Sariman menggarisbawahi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di area proyek IKN, terutama di tempat kerja para pekerja dan di basecamp mereka.

“IKN harus memperhatikan kebersihannya, baik itu tempat kerjanya, basecamp-nya. Karena itu akan berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitar IKN, seperti warga Desa Bumi Harapan yang paling dekat,” tegas Sariman.

Sebagai solusi, Sariman mengusulkan agar para pekerja IKN secara rutin melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan.

“Para pekerja jangan hanya fokus bekerja, tapi juga harus peduli dengan lingkungan sekitar. Mereka bisa mengadakan kegiatan bersih-bersih secara berkala, misalnya dua minggu sekali atau sebulan sekali,” jelasnya.

Dengan rutin membersihkan lingkungan, terutama area-area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, Sariman berharap kasus DBD di Sepaku dapat ditekan.

“Jika tidak ada genangan air, maka tidak akan ada tempat bagi nyamuk DBD untuk berkembang biak,” pungkasnya. (CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Salurkan Makanan Bergizi, PT Pertamina EP Tanjung Field Dukung Program Pemkab Tabalong dalam Penanganan Stunting

8 Agustus 2025 - 17:00 WITA

Berdayakan UMKM Desa Masukau, Program CSR PT Pertamina EP Tanjung Field Gelar Pelatihan Menjahit Metode Patchwork dan Slashing

8 Agustus 2025 - 16:41 WITA

Satgas Yonif 614/RJP Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Distrik Mokoni, Papua Pegunungan

8 Agustus 2025 - 16:07 WITA

Dukung Konservasi Pesut Mahakam, Program CSR PT Pertamina Hulu Mahakam Raih Predikat Emas ISRA 2025

18 Juli 2025 - 17:18 WITA

Kolaborasi PT Pertamina EP Tanjung Field dan UMKM Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif Desa

18 Juli 2025 - 17:13 WITA

Trending di DAERAH