Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

DAERAH

RSUD RAPB PPU Butuh Gedung Baru, Pelayanan Kesehatan Terancam Terkendala

badge-check


					RSUD RAPB PPU (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

RSUD RAPB PPU (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) tengah menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan fasilitas. Kondisi ini mengancam kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Direktur Utama RSUD RAPB, Lukasiwan Eddy Saputro, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi saat ini.

“Ruang tunggu pasien yang sempit dan bercampur aduk membuat masyarakat tidak nyaman. Ini jelas bukan pelayanan yang ideal,” ujarnya, Rabu (22/01/2025).

Menurutnya, pembangunan gedung baru menjadi solusi paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Rencana pembangunan gedung empat lantai telah disusun sejak 2019, lengkap dengan Detail Engineering Design (DED). Namun, proyek ambisius ini terkendala oleh pergantian kepemimpinan daerah.

“Kami sudah siap dengan segala sesuatunya. Tinggal menunggu keputusan dari bupati terpilih untuk memulai pembangunan, tambahnya.

Keterlambatan pembangunan gedung baru ini memicu kegelisahan masyarakat. Beberapa pasien yang ditemui di RSUD RAPB mengeluhkan kondisi ruang tunggu yang kurang memadai.

Besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung baru ini masih belum dapat dipastikan. Namun, pihak RSUD RAPB telah memperkirakan bahwa anggaran yang diperlukan cukup besar.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran yang cukup untuk proyek ini,” ungkapnya.

Seluruh mata kini tertuju pada bupati terpilih yang akan dilantik pada Maret 2025. Masyarakat berharap agar bupati yang baru dapat segera mengambil keputusan terkait pembangunan gedung baru RSUD RAPB.

“Kami berharap bupati yang baru dapat memprioritaskan pembangunan rumah sakit ini, karena ini merupakan sektor yang sangat penting bagi masyarakat,” pungkasnya.

Keterbatasan fasilitas di RSUD RAPB menjadi tantangan serius dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat PPU Pembangunan gedung baru menjadi harapan besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah ini. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dapat segera merealisasikan proyek ini. (CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Fokus SDM, Disdikpora PPU Rekrut Guru Lokal untuk Sekolah Rakyat

29 Agustus 2025 - 18:51 WITA

Gedung Baru Disdikpora PPU Belum Dapat Digunakan

29 Agustus 2025 - 18:47 WITA

Disdikpora PPU Siapkan Skema BOS untuk 19 Sekolah Swasta, Wujud Pemerataan Pendidikan

29 Agustus 2025 - 18:45 WITA

PKK PPU Gelar Festival Pangan Lokal, Dorong Diversifikasi Gizi dan Ekonomi

28 Agustus 2025 - 15:39 WITA

Dugaan Pungli Proyek Jalan Lingkungan di PPU

28 Agustus 2025 - 15:30 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA