Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Advertorial

DPRD PPU Soroti Keunggulan Pendidikan Pesantren

badge-check


					foto : Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

foto : Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM— Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, melontarkan pujian terhadap sistem pendidikan pondok pesantren. Ia bahkan menyebut pola pendidikan pesantren sebagai yang terbaik di Indonesia. Keyakinan ini didasari oleh pengamatan mendalam terhadap eksistensi dan kenyamanan yang dirasakan masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama tersebut.

Thohiron mengungkapkan bahwa kemampuan pesantren untuk bertahan dan terus menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar di tengah keterbatasan anggaran menjadi bukti nyata kuatnya kepercayaan masyarakat.

“Ini adalah indikator jelas bahwa masyarakat merasa nyaman dan percaya dengan lingkungan pesantren, sehingga mereka secara aktif mendukung keberlangsungan pendidikan di sana meskipun dengan sumber daya yang terbatas,” ujarnya. Kamis (25/4).

Lebih jauh, Thohiron mendesak pemerintah pusat untuk mengambil pelajaran berharga dan mengadopsi aspek-aspek positif dari model pendidikan pesantren ke dalam sistem pendidikan nasional. Ia optimis bahwa pengintegrasian nilai-nilai dan pendekatan khas pesantren dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Kedekatan emosional antara guru dan murid, penanaman nilai agama dan moral yang kuat, serta kemandirian pesantren dalam mengelola sumber daya adalah hal-hal yang patut dicontoh dan diterapkan dalam skala yang lebih luas,” tegasnya.

Meski demikian, Thohiron juga memberikan catatan penting terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pesantren. Ia mengakui efektivitas pola pendidikan pesantren, namun menekankan bahwa peningkatan kompetensi para pengajar dan staf kependidikan adalah krusial untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di era global. Investasi dalam pengembangan SDM pesantren, menurutnya, akan semakin memperkokoh fondasi pendidikan yang sudah mapan.

Pernyataan Ketua Komisi II DPRD PPU ini membuka wacana penting mengenai arah pengembangan pendidikan nasional. Pengakuan atas keunggulan model pendidikan pesantren diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas. Kombinasi antara adopsi elemen positif pesantren dan peningkatan kualitas SDM di dalamnya diyakini akan mampu mendongkrak mutu pendidikan secara keseluruhan.

Pernyataan ini juga berpotensi memicu diskusi yang lebih mendalam antara legislatif, eksekutif, dan berbagai elemen masyarakat terkait upaya memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

“Dengan adanya sinergi yang kuat antar berbagai pihak untuk menghasilkan inovasi dan kebijakan yang dapat mengakomodasi keunggulan berbagai model pendidikan, termasuk keunikan dan kelebihan yang dimiliki oleh pola pendidikan pesantren,” pungkasnya. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Raperda APBD 2026 Disahkan, Bupati Mudyat Noor Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

30 November 2025 - 14:26 WITA

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

APBD 2026 Senilai Rp1,48 Triliun, Turun Drastis Akibat Penurunan Dana Pusat

30 November 2025 - 12:32 WITA

Disdikpora PPU Bersiap Tempati Gedung Baru, Akhiri Era Kantor Nomaden

30 November 2025 - 11:41 WITA

Trending di ADVERTORIAL KOMINFO PPU