NASIONAL — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pengarahan kepada para guru dan kepala sekolah rakyat dalam sebuah acara resmi yang digelar di Jakarta. Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya peran sejarah dalam membangun masa depan bangsa.
“Saudara-saudara, kita tidak pernah boleh melupakan sejarah. Bangsa yang melupakan sejarah adalah bangsa yang akan ditakdirkan untuk mengalami kembali kesalahan-kesalahan di masa lampau,” tegas Prabowo di hadapan para pendidik.
Presiden menyoroti pentingnya memperbaiki kekurangan bangsa melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, terutama dari para pemimpin. Menurutnya, mereka yang terdidik dan memiliki akses terhadap pendidikan — termasuk guru, kepala sekolah, menteri, wakil rakyat, dan profesor — merupakan pemimpin yang harus menunjukkan keteladanan dalam berpikir dan bertindak.
“Kalau pemimpin tidak cakap, tidak kuat — kuat otak, kuat hati, kuat iman, dan kuat semangat — maka bangsa ini akan sulit maju,” ujarnya.
Presiden juga menyerukan persatuan nasional, mengingatkan bahwa seluruh kekuatan bangsa harus bersatu dan tidak lagi terpecah-belah oleh konflik internal atau adu domba.
” Semua elemen, semua kekuatan, semua kekuatan bangsa ini harus bersatu. Semua pemimpin harus kerja sama. Tidak boleh diadu domba lagi. Tidak boleh menjadi pemimpin yang berhati kecil, yang berhati kerdil.” kata Prabowo.
Di akhir pengarahannya, Presiden menekankan pentingnya menjaga dan mengelola kekayaan nasional dengan penuh tanggung jawab, demi masa depan generasi penerus.
Acara pengarahan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Presiden dalam memperkuat sektor pendidikan dan membangun karakter kepemimpinan bangsa yang berlandaskan semangat persatuan dan nasionalisme. (*)
Editor : Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!