Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL DPRD PPU

Pemkab PPU Pangkas Anggaran Tak Prioritas, DPRD Fokus pada Dampak Langsung ke Masyarakat

badge-check


					Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Raup Muin. (DOK, CAHAYABORNEO/DMS) Perbesar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Raup Muin. (DOK, CAHAYABORNEO/DMS)

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mulai menerapkan langkah efisiensi anggaran dengan memangkas sejumlah kegiatan yang dinilai tidak mendesak. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Raup Muin menegaskan kebijakan tersebut penting agar belanja daerah benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurut Raup, hal ini merupakan bagian dari penataan ulang belanja daerah untuk memastikan anggaran difokuskan pada program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.

“Pemerintah daerah sekarang sedang memilah mana kegiatan yang benar-benar mendesak. Ini adalah upaya agar anggaran kita lebih tepat sasaran dan efisien,” ujar Raup, Selasa (25/3/2025).

Ia menyebut, sejumlah pos anggaran seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, dan program yang bersifat administratif telah dipertimbangkan untuk ditunda atau dicoret sepenuhnya.

“Kita sudah duduk bersama dengan Pemda, dan disepakati bahwa kegiatan yang tidak punya urgensi tinggi akan dipangkas,” ujarnya.

Dampak efisiensi ini juga menyentuh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meskipun masih menunggu laporan final, Raup memperkirakan potensi penghematan anggaran sementara mencapai sekitar Rp200 juta dari total APBD murni 2025 yang mencapai Rp2,6 triliun.

“Perkiraan awalnya belum sampai Rp300 juta, masih di angka Rp200 juta. Nanti akan lebih jelas setelah seluruh data masuk,” jelasnya.

Kebijakan ini, lanjut Raup, mencerminkan komitmen Pemkab dan DPRD PPU dalam mewujudkan pengelolaan fiskal yang lebih akuntabel, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa hasil dari evaluasi anggaran ini akan dijadikan pijakan dalam penyusunan APBD Perubahan tahun anggaran 2025.

“Yang utama sekarang adalah memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran benar-benar memberikan manfaat langsung, bukan hanya sekadar habis untuk operasional birokrasi,” pungkasnya. (ADV/DPRD/CB/DMS)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Raperda APBD 2026 Disahkan, Bupati Mudyat Noor Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

30 November 2025 - 14:26 WITA

Kelurahan Nipah-Nipah Resmi Jadi Kelurahan Bersinar, PPU Perkuat Perang Melawan Narkoba

30 November 2025 - 14:18 WITA

RSUD RAPB Terapkan Kompensasi Layanan, Fraksi Gerindra Soroti Istilah “Teh Kotak” dalam SK Direktur

30 November 2025 - 14:16 WITA

APBD 2026 Senilai Rp1,48 Triliun, Turun Drastis Akibat Penurunan Dana Pusat

30 November 2025 - 12:32 WITA

Disdikpora PPU Bersiap Tempati Gedung Baru, Akhiri Era Kantor Nomaden

30 November 2025 - 11:41 WITA

Trending di ADVERTORIAL KOMINFO PPU