Pontianak – Dalam lanskap bisnis modern yang bergerak cepat, memilih perangkat komputasi yang tepat bukan lagi sekadar urusan departemen TI, melainkan sebuah investasi strategis bagi keberlangsungan perusahaan. Para eksekutif dan profesional kini butuh laptop bisnis terbaik yang tidak hanya menawarkan performa komparatif, tetapi lebih dari itu.
ASUS ExpertBook Ultra diposisikan untuk mengungguli laptop flagship kompetitornya seperti Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, serta sang ikon efisiensi daya, Apple MacBook Air M4 13 inci. Dan terbukti, ia menawarkan kemampuan yang lebih baik dari produk-produk tersebut secara signifikan.
Dalam perbandingan head-to-head, ASUS ExpertBook Ultra diklaim memiliki keunggulan pada lima kategori utama dibandingkan empat laptop bisnis flagship kompetitor.
Pada aspek layar, ASUS ExpertBook Ultra menggunakan Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan hingga 1.400 nits HDR peak. Spesifikasi tersebut diklaim memberikan kenyamanan visual lebih baik, terutama saat perangkat digunakan di luar ruangan.
Keunggulan berikutnya terdapat pada touchpad. ExpertBook Ultra dibekali touchpad berukuran 110 cm² dengan enam sensor dan teknologi Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad. ASUS menyebut konfigurasi ini memberikan peningkatan dibandingkan kompetitor yang menggunakan empat sensor maupun touchpad konvensional.
Dari sisi daya tahan baterai, laptop ini membawa baterai berkapasitas 70 Wh dengan masa aktif hingga 26 jam. Pengisian cepat juga memungkinkan baterai terisi hingga 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Sementara itu, kapasitas baterai sejumlah kompetitor berada di kisaran 50–60 Wh.
Untuk kebutuhan grafis, ExpertBook Ultra menggunakan Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores. ASUS mengklaim performanya unggul sekitar 35 persen dibandingkan GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W berdasarkan pengujian 3DMark Time Spy.
Sementara pada sektor kecerdasan buatan (AI), ASUS menghadirkan sejumlah fitur seperti ASUS MyExpert, AI ExpertMeet, serta local agentic AI. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan kerja berbasis AI sekaligus memberikan opsi pemrosesan yang lebih aman.
Dengan kombinasi layar terang, touchpad haptic, baterai berkapasitas besar, kemampuan grafis dan fitur AI, ASUS memosisikan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis flagship yang dirancang untuk menunjang mobilitas dan produktivitas profesional.
Arsitektur Terbaru untuk Performa, Efisiensi dan Pengalaman Penggunaan
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” sebut Eric Khoven, Commercial Director, ASUS Indonesia.
Eric menambahkan, saat ini di pasaran Indonesia, produk-produk flagship kompetitor masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa AI NPU hingga 48 TOPS. Langkah ASUS untuk langsung memanfaatkan teknologi mutakhir di lini laptop bisnis kelas flagshipmerupakan langkah yang sulit diikuti oleh kompetitor di Indonesia.
“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” tambah Eric. “Saat mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga sangat terasa,” tambahnya.
Tak hanya itu, melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimasi kamera web secara langsung berjalan sepenuhnya di dalam NPU. Dengan demikian, prosesor ASUS ExpertBook Ultra tetap dingin dan tidak menguras daya baterai utama, serta jauh mengungguli produk-produk kompetitor dalam hal kekuatan pemrosesan AI lokal.
Apalagi ASUS juga menyediakan tools Zenni Claw yang pada ASUS ExpertBook Ultra, dapat melakukan agentic AI secara local ataupun cloud dengan menghubungkan tools dengan Anthropic, OpenAI ataupun Google Gemini. RAM LPDDR5x 64GB yang tersedia membuat LLM seperti Gemma (4 billionparameters) dan juga Qwen 3 (18 billion parameters) dapat dijalankan tanpa internet.
Selain itu, perbedaan yang paling mencolok dalam skenario penggunaan dunia nyata terlihat jelas ketika perangkat ini dibawa bekerja di luar ruangan dengan mobilitas tinggi.
“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung,” sebut Eric. “ASUS ExpertBookUltra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” sebutnya.
Teknologi Tandem OLED pada ASUS memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap terlihat sangat tajam dan terbaca dengan sempurna tanpa gangguan refleksi cahaya matahari, mengungguli kenyamanan visual yang ditawarkan oleh perangkat-perangkat flagshipkompetitor.
“Keberanian ASUS membawa teknologi Tandem OLED ke dalam segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif,” sebut Eric “Teknologi ini tidak hanya menggandakan kecerahan tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko burn-in yang sering menghantui layar OLED konvensional,” sebut Eric.
Keunggulan komprehensif inilah yang membuat ASUS ExpertBook Ultra sangat layak disebut sebagai The Flagship of the Industry dalam kategori Laptop Bisnis Terbaik masa kini. ASUS tidak sekadar merakit laptop berspesifikasi tinggi, melainkan menciptakan standar baru tentang bagaimana sebuah komputer bisnis premium seharusnya beroperasi.
Material Terbaik dan Keamanan Komprehensif
Tak hanya itu, dari aspek ketahanan material, laptop berbobot 1,1 kg tersebut juga dibungkus sasis premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H, memberikan ketangguhan fisik luar biasa tanpa mengorbankan estetika. Dalam sebuah skenario, ASUS ExpertBook dapat bertahan meskipun mendapatkan beban tekanan hingga 100Kg di atasnya.
“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” klaim Eric. “Dari pengalaman, banyak laptop yang mengalami kerusakan bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang padat.” ucap dia.
Selain keunggulan daya tahan material fisik, predikat sebagai pemimpin industri dipertegas oleh fitur keamanan tingkat enterprise dan inovasi fungsional yang dihadirkan ASUS.
Melalui sistem proteksi ASUS ExpertGuardian yang bersertifikasi NIST Level-4, ASUS ExpertBookUltra memberikan enkripsi data berlapis di level perangkat keras yang menjamin aset digital dan data sensitif perusahaan tidak mudah diretas.
“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBookUltra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” sebut Eric.
Artinya, jika investasi perusahaan Anda ditujukan untuk memiliki Laptop Bisnis Terbaik yang paling siap menyongsong masa depan, ASUS ExpertBook Ultra adalah pemenang mutlak.
Kombinasi superior antara layar Tandem OLED tercerah, keamanan kelas militer bersertifikasi tinggi, serta kekuatan pemrosesan AI 50 TOPS menjadikannya sebagai perangkat flagship sejati yang akan mengawal produktivitas dan kredibilitas para pemimpin industri serta profesional modern, khususnya di era agentic, on-device AI. (*)
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!