TANJUNG SELOR – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Selimau, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, mendapat perhatian langsung Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang.
Gubernur Zainal turun ke lokasi dan ikut memimpin proses pemadaman Karhutla pada Jumat (4/9/2026). Dengan mengenakan masker, sepatu keselamatan dan perlengkapan lapangan, ia bahkan turut memegang nozzle selang pemadam untuk mengarahkan semprotan air ke titik api.
Sejumlah lahan yang masih mengeluarkan asap pekat menjadi sasaran penyiraman petugas bersama Gubernur.
Pemadaman melibatkan personel gabungan dari Dinas Kehutanan Kaltara, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla), Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan hingga masyarakat setempat.
Di tengah proses pemadaman, Zainal meminta seluruh petugas dan relawan tetap mengutamakan keselamatan. Kondisi asap yang pekat serta medan yang cukup berat dinilai dapat meningkatkan risiko bagi personel di lapangan.
“Saya minta semua petugas dan relawan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan. Jangan lupa, ada keluarga yang menunggu kita di rumah,” kata Zainal.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan respons cepat serta kolaborasi seluruh unsur untuk mencegah api meluas.
“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Terima kasih kepada semua petugas, relawan dan masyarakat yang terus bekerja memadamkan api,” ujarnya.
Berdasarkan data rekapitulasi, luas wilayah yang terdampak Karhutla di Kaltara telah mencapai 2.639,99 hektare.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.900 hektare berada di Area Penggunaan Lain (APL), 737,49 hektare merupakan Hutan Produksi, sedangkan 2,50 hektare berada di kawasan Hutan Lindung.
Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan luasan terdampak paling besar, yakni mencapai 2.597,38 hektare.
Selanjutnya, Kota Tarakan tercatat 31,86 hektare, Kabupaten Tana Tidung 6,25 hektare, dan Kabupaten Malinau 4,50 hektare.
Besarnya luasan tersebut membuat upaya pengendalian Karhutla terus diperkuat, terutama di wilayah yang masih ditemukan titik api maupun lahan yang mengeluarkan asap.
Sebelum masuk ke lokasi, tim gabungan terlebih dahulu melakukan briefing untuk memastikan pembagian tugas dan strategi pemadaman.
Petugas juga memeriksa arah angin, mencari sumber air serta menentukan titik kumpul aman atau assembly point sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
Teknik pemadaman disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lahan. Pada lahan mineral, petugas melakukan penyiraman secara langsung dengan tetap memperhitungkan arah angin dan pergerakan api.
Sementara untuk lahan gambut, petugas menggunakan teknik khusus dengan nozzle gambut yang ditancapkan ke dalam tanah. Cara tersebut dilakukan agar air dapat mencapai lapisan bawah gambut yang berpotensi masih menyimpan bara.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api di dalam lapisan gambut dapat tetap menyala meskipun permukaan tanah terlihat sudah padam.
Pembasahan dilakukan sedikitnya selama satu menit pada setiap titik hingga tidak lagi ditemukan asap. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan atau cooling down untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya kembali api yang dapat memicu kebakaran susulan.
Untuk memperkuat penanganan Karhutla, ratusan personel Brigdal Karhutla juga disiagakan di sejumlah dinas dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di wilayah Kaltara.
Pemprov Kaltara terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menekan munculnya titik api baru sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Pemerintah juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca dan lahan yang berpotensi mudah terbakar. (*)
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!