PENAJAM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diperkuat melalui operasi gabungan dari darat dan udara, Sabtu (5/9/2026).
Satgas Gabungan Karhutla PPU bersama TNI AU dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bergerak untuk menekan penyebaran api di sejumlah titik dalam wilayah Delineasi IKN, Kecamatan Sepaku.
Satgas Gabungan Karhutla PPU melibatkan unsur Kodim 0913/PPU, Polres PPU, BPBD PPU, Dinas Pemadam Kebakaran PPU, serta OIKN.
Sementara dari udara, TNI AU mengerahkan satu unit helikopter H-225M Caracal dari Skadron 8 Lanud Atang Sandjaja, Bogor, untuk menjalankan operasi water bombing.
Pengerahan helikopter tersebut dilakukan atas permintaan OIKN melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Helikopter beroperasi dari Baseops Lanud Dhomber Balikpapan dengan mengambil air dari void atau lubang bekas tambang yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Dalam satu kali pengambilan, helikopter membawa sekitar dua ton air untuk kemudian dijatuhkan ke sejumlah titik api yang menjadi prioritas penanganan.
Lima lokasi menjadi sasaran pemadaman melalui udara, yakni kawasan Bukit Tengkorak, Bukit Merdeka, Teluk Dalam, Wonotirto, serta arah Tanjung Harapan.
Dandim 0913/PPU Letkol Inf Fandy Satria mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pihak, baik melalui pengerahan personel di lapangan maupun dukungan operasi dari udara.
Mewakili Satgas Gabungan Karhutla PPU, ia mengapresiasi dukungan TNI AU melalui operasi water bombing di kawasan Sepaku.
“Dalam situasi seperti ini maraknya kebakaran hutan dan lahan, tim Satgas Terpadu berusaha keras terjun di lapangan menangani, yang lain mendukung dengan sadar diri untuk tidak membakar lahan atau sampah sehingga keadaan dapat segera teratasi,” ujar Dandim.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pemadaman dari udara yang diharapkan dapat mempercepat penanganan titik api di wilayah Sepaku.
“Terima kasih atas penanganan udara water bombing dari TNI AU, semoga titik api segera padam di wilayah Sepaku Desa Sukomulyo,” lanjutnya.
Di lapangan, Satgas Gabungan PPU tetap melakukan penyisiran dan pemadaman melalui jalur darat. Personel dikerahkan untuk memastikan titik api yang sulit dijangkau dari udara dapat ditangani secara langsung.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas ke wilayah sekitar.
Selain penanganan teknis di lapangan, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.
Sinergi antara water bombing TNI AU, OIKN, dan Satgas Gabungan PPU diharapkan mampu menuntaskan titik-titik api di kawasan Sepaku serta menjaga kondisi kawasan IKN tetap aman dan kondusif. (*)
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!