PENAJAM – Pasien di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan kini tidak lagi harus keluar rumah sakit untuk mendapatkan layanan tersebut. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU telah memiliki fasilitas CT Scan yang akan memperkuat pelayanan medis, khususnya bagi pasien dengan indikasi stroke.
Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemandirian rumah sakit dalam menangani pasien.
Selama ini, pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan harus dirujuk ke rumah sakit lain. Setelah menjalani pemeriksaan, pasien kemudian kembali ke RSUD RAPB untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Harapannya dengan CT Scan ini kita tidak perlu lagi merujuk ke rumah sakit lain hanya untuk pemeriksaan, kemudian pasien kembali lagi ke rumah sakit kita,” kata Lukasiwan, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, keberadaan CT Scan tidak hanya memangkas proses rujukan untuk pemeriksaan, tetapi juga membuka peluang RSUD RAPB menangani pasien stroke secara lebih optimal.
“Yang pertama, kita tidak merujuk lagi untuk penegakan diagnosis menggunakan CT Scan. Terus yang kedua, kita bisa merawat pasien stroke karena ada alat CT Scan,” ujarnya.
Fasilitas CT Scan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui tahun anggaran 2025. Selain CT Scan, RSUD RAPB PPU juga memperoleh bantuan Cath Lab untuk mendukung pelayanan kesehatan.
Lukasiwan menyebut total nilai bantuan untuk kedua fasilitas tersebut mencapai sekitar Rp46 miliar, termasuk pembangunan gedung penunjang.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi tambahan fasilitas penting bagi RSUD RAPB dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat di PPU.
Tidak hanya menyiapkan fasilitas, RSUD RAPB juga telah mempersiapkan tenaga kesehatan yang akan mendukung operasional CT Scan.
Dokter spesialis radiologi dan tenaga radiografer telah mengikuti pelatihan sehingga dinilai siap mengoperasikan peralatan tersebut.
“SDM insyaallah sudah terlatih semua, baik dari dokter spesialis radiologi maupun tenaga radiografer,” jelas Lukasiwan.
Meski fasilitas dan sumber daya manusia telah tersedia, layanan CT Scan belum dapat langsung digunakan oleh masyarakat.
Saat ini, rumah sakit masih menyelesaikan sejumlah proses administrasi, termasuk perizinan pelayanan serta proses pembukaan layanan baru oleh BPJS Kesehatan.
Lukasiwan mengatakan pihak rumah sakit telah melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mempercepat proses pembukaan layanan.
Langkah tersebut dinilai penting karena mayoritas pasien yang mendapatkan pelayanan di RSUD RAPB merupakan peserta BPJS Kesehatan.
“Kita masih menunggu proses perizinan pelayanan dan pembukaan layanan baru oleh BPJS Kesehatan,” katanya.
Ia berharap seluruh tahapan administrasi dan perizinan dapat segera rampung sehingga fasilitas CT Scan bisa segera beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat.
Dengan hadirnya CT Scan, RSUD RAPB PPU diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan secara mandiri, terutama dalam mendukung pemeriksaan dan penanganan pasien stroke tanpa harus bergantung pada rumah sakit lain. (adv/cb)
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!