PENAJAM– Peristiwa memilukan menimpa seorang warga di Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Seorang lansia bernama Jikram (65), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat sedang menderes karet di kebunnya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026) pagi.
Berdasarkan laporan kronologi, kejadian bermula pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 05.30 WITA. Korban berangkat dari kediamannya di Jl. Datu Nondol RT. 03 menuju kebun miliknya untuk beraktivitas rutin. Pihak keluarga mulai merasa khawatir lantaran hingga pukul 10.00 WITA, waktu yang biasanya korban sudah berada di rumah, Jikram tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, menjelaskan, kecurigaan keluarga semakin menguat setelah mereka bersama warga setempat mencoba mencari korban di lokasi kebun. Di sana, mereka menemukan sejumlah barang pribadi milik Jikram berupa ponsel, rokok, dan topi yang tertinggal di pondok tempatnya biasa beristirahat. Namun, keberadaan Jikram sendiri tidak ditemukan di area tersebut.
“Kami menerima laporan kehilangan tersebut pada Sabtu siang pukul 14.27 WITA. Segera setelah laporan masuk, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, DPKP Pos Sepaku, Basarnas, Polsek Sepaku, pihak kecamatan, serta dibantu warga sekitar langsung melakukan operasi pencarian besar-besaran baik di darat maupun menyisir sungai menggunakan perahu,” jelasnya.
Upaya pencarian pada hari pertama berlangsung hingga dini hari pukul 01.30 WITA. Meski tim telah menyisir sepanjang pinggiran sungai dan area hutan di sekitar lokasi kejadian, keberadaan korban masih belum membuahkan hasil. Karena kondisi lapangan dan keterbatasan cahaya, operasi sempat dihentikan sementara sebelum dilanjutkan kembali keesokan harinya.
“Pencarian hari kedua pada Minggu pagi akhirnya membuahkan titik terang. Sekitar pukul 08.45 WITA, tim gabungan menerima informasi dari warga yang sedang berkebun bahwa terdapat sesosok jenazah yang mengapung di sungai. Lokasi penemuan tersebut berada sekitar 150 meter dari titik awal hilangnya korban,” terangnya.
Tim segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Secara visual, ditemukan luka serius pada bagian leher dan pergelangan tangan kanan jenazah. Korban diduga kuat menjadi korban serangan binatang buas berupa buaya saat ia sedang mengambil air di pinggir sungai yang berdekatan dengan area perkebunannya.
“Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, kami secara resmi menutup operasi pencarian dan seluruh tim gabungan telah ditarik kembali ke posko masing-masing,” pungkasnya. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







