PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) memastikan distribusi komoditas bahan pokok selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berjalan tanpa hambatan.
Kelancaran arus logistik ini menjadi kunci utama terjaganya stabilitas harga di pasar-pasar lokal, sehingga masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang biasanya terjadi di momen hari besar keagamaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP).
Tim gabungan tersebut secara rutin melakukan monitoring ketat, mulai dari pasar tradisional, toko modern, hingga ke tingkat distributor demi mencegah potensi penimbunan atau kelangkaan barang.
“Kami memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok untuk berbagai komoditas saat ini dalam kondisi mencukupi,” ujarnya.
Langkah antisipatif ini terbukti efektif meredam gejolak harga di wilayah yang dijuluki Benuo Taka tersebut, baik menjelang lebaran maupun pada masa setelahnya.
Berdasarkan data teknis dari Dinas Ketahanan Pangan PPU, stok beras yang tersedia di gudang penyimpanan mencapai angka yang sangat aman.
“Tercatat persediaan beras medium berada di angka 1.500 ton, sementara untuk kategori beras premium tersedia sebanyak 300 ton, jumlah ini dianggap lebih dari cukup untuk memenuhi konsumsi harian penduduk setempat,” jelasnya.
Tak hanya beras, ketersediaan komoditas penting lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng juga dilaporkan melimpah. Pasokan gula pasir saat ini menyentuh 14 ton, sedangkan stok minyak goreng mencatatkan angka yang sangat masif yakni mencapai 80.000 ton.
Di sektor protein hewani, ketersediaan daging ayam dan daging sapi di pasaran pun dilaporkan relatif stabil dan mampu memenuhi permintaan konsumen. Kelancaran distribusi juga merambah pada komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih yang sebagian besar masih didatangkan dari luar Pulau Kalimantan.
“Dengan rantai pasok yang tidak terputus, kita optimis tingkat inflasi daerah tetap berada pada level yang terkendali meski di tengah tingginya aktivitas belanja masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan bumbu pedas, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah nampaknya mulai berkurang. Tohar memungkasi bahwa stok cabai rawit saat ini sangat melimpah berkat produktivitas petani lokal yang meningkat drastis, sehingga kebutuhan pasar dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus menunggu kiriman dari luar daerah. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







