Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL KOMINFO PPU

DPMPTSP PPU Sebut Pembangunan IKN Dorong Lonjakan Investasi Signifikan

badge-check


					Foto: Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU). (DOK. Diskominfo PPU) Perbesar

Foto: Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU). (DOK. Diskominfo PPU)

PENAJAM – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan dampak besar terhadap realisasi investasi di wilayah Benuo Taka.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Nurlaila, mengungkapkan bahwa pada triwulan pertama dan kedua tahun 2024, total investasi yang terealisasi mencapai Rp1,666 triliun atau sekitar 65,29 persen dari target Rp2,5 triliun.

Dari total realisasi investasi ini, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp1,343 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang lebih dari Rp322 miliar. Dampak pembangunan IKN sangat terasa, dengan lebih dari 50 persen dari investasi tersebut, yaitu sekitar Rp840,53 miliar, mengalir ke kawasan IKN di Kecamatan Sepaku.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku berdampak pada peningkatan realisasi investasi di PPU,” ungkap Nurlaila, Senin (9/9/2024). 

Ia menjelaskan bahwa jenis investasi yang memberikan kontribusi signifikan terhadap realisasi investasi di Benuo Taka, khususnya di IKN, adalah penyediaan material pembangunan seperti pasir, batu, kayu, dan bahan lainnya.

“Kalau di IKN itu lebih besar sektor pengadaan material pembangunan IKN,” bebernya. 

Nurlaila menambahkan bahwa beberapa sektor investasi yang mencatat realisasi cukup besar meliputi sektor industri kimia dan farmasi sebesar Rp517,1 miliar, sektor kelistrikan, air, dan gas sebesar Rp382,2 miliar, sektor jasa senilai Rp331 miliar, sektor hotel dan restoran Rp232,7 miliar, serta sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan yang mencapai Rp72,2 miliar.

“Kalau PMA yang berinvestasi di PPU dari empat negara yakni ada dari Singapura, Malaysia, Seychelles (Afrika Timur) dan Tiongkok,” kata dia.

Nurlaila menyampaikan bahwa dengan realisasi investasi daerah mencapai Rp1,666 triliun hingga triwulan kedua, PPU berhasil menempati posisi keenam dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Tahun 2023 lalu realisasi investasi hanya 81,85 persen atau Rp1,637 triliun dari target Rp2 triliun dan PPU hanya menempati urutan kesembilan dari 10 kabupaten/kota. Tetapi tahun ini ada peningkatan sehingga PPU berhasil naik ke urutan keenam dari 10 kabupaten/kota terkait dengan realisasi investasi,” tandasnya. (ADV/CB/DMS)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wabup PPU Kaji Program Makanan Gratis dan Koperasi Merah Putih ke Pemkot Makassar

5 Desember 2025 - 20:16 WITA

PT Pertamina EP Tanjung Field Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan dan Keamanan Jalur Pipa Migas

5 Desember 2025 - 19:41 WITA

Polres PPU Gelar Sispamkota 2025, Perkuat Kesiapsiagaan Keamanan Jelang Pembangunan IKN

5 Desember 2025 - 13:08 WITA

Demi Perkuat Birokrasi, Pemkab PPU Gelar Job Fit untuk Pejabat Eselon II

5 Desember 2025 - 12:38 WITA

Banyak Vendor Proyek Kilang Pertamina Belum Laporkan Data Ketenagakerjaan di PPU

5 Desember 2025 - 12:34 WITA

Trending di ADVERTORIAL KOMINFO PPU