PENAJAM — Penunjukan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII menuai sorotan. Meskipun ajang yang akan digelar pada 2–9 Oktober 2025 ini menjadi kebanggaan, persiapan PPU terbentur oleh sejumlah kendala serius, terutama terkait keterbatasan fasilitas dan masalah anggaran.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Nursabtaningsih, mengakui bahwa PPU tidak dapat menampung seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. Dari 16 cabor, dua di antaranya terpaksa dialihkan ke daerah lain karena ketiadaan sarana yang memadai.
“Cabor renang akan dilaksanakan di Kutai Kartanegara, sementara senam harus dipusatkan di Samarinda,” jelasnya pada Kamis (21/8/2025).
Selain itu, PPU juga menghadapi masalah internal. Meskipun berperan sebagai tuan rumah, mereka tidak akan mengirimkan atlet di dua cabor, yaitu judo dan karate, karena ketiadaan atlet lokal yang mumpuni.
“Kami tidak berpartisipasi karena belum memiliki atlet dari daerah sendiri,” tambahnya.
Tumpang Tindih Kewenangan dan Masalah Anggaran
Permasalahan lain yang mencuat adalah ketidakjelasan dalam alokasi anggaran. Meskipun PPU bertugas menyiapkan fasilitas dan teknis pelaksanaan, Nursabtaningsih menyebut anggaran utama ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini menimbulkan ketidakpastian.
“Kami sempat mengusulkan penambahan anggaran, tapi harus diklarifikasi lagi dengan Disdikpora provinsi. Kami hanya pelaksana lokal,” ungkapnya.
POPDA XVII ini diharapkan menjadi momentum seleksi atlet pelajar terbaik Kaltim. Namun, dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, pertanyaan muncul mengenai kesiapan PPU untuk menggelar ajang olahraga sebesar ini (ADVDisdikpora/CB/AJI)
Reporter : Aji Yudha
Editor : Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!