Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

DAERAH

Disnakertrans PPU Targetkan 20 Ribu Pekerja Informal di Kaltim Tercover Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Tahun 2025

badge-check


					Kepala Disnakertrans PPU, Marjai pada saat ditemui di kantornya (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Kepala Disnakertrans PPU, Marjai pada saat ditemui di kantornya (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan 20 ribu pekerja informal di Kalimantan Timur akan tercover program jaminan sosial ketenagakerjaan pada tahun 2025. Target ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya, di mana dari PPU terdapat 15 ribu dan dari Provinsi 5 ribu informal yang terdaftar.

Kepala Disnakertrans PPU, Marjani, mengatakan bahwa program ini menyasar pekerja informal yang tidak memiliki upah atau bekerja di luar perusahaan. Syarat pendaftaran program ini pun terbilang mudah, hanya memerlukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

“Kami sangat prihatin dengan pekerja rentan, terutama mereka yang tidak memiliki KTP Penajam. Padahal, musibah bisa terjadi kapan saja dan ahli waris merekalah yang berhak menerima manfaat dari program ini,” ujarnya, Kamis (30/01/2025)

Marjani juga menjelaskan bahwa saat ini pembuatan BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa dilakukan jika KTP yang bersangkutan terdaftar di Penajam. Hal ini dikarenakan data pekerja telah didata melalui kelurahan dan desa sebelum tahun 2025.

“Kami berharap masyarakat menyadari betapa pentingnya program jaminan sosial ketenagakerjaan ini. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap pekerja informal,” katanya.

Dengan meningkatnya target pekerja informal yang tercover jaminan sosial ketenagakerjaan, Disnakertrans PPU berharap dapat memberikan perlindungan yang lebih luas bagi para pekerja rentan di wilayahnya. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial bagi pekerja informal.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pekerja informal di Kalimantan Timur.

“Dengan tercovernya jaminan sosial ketenagakerjaan, pekerja informal akan memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap risiko-risiko yang mungkin terjadi dalam pekerjaan mereka,” pungkasnya.(CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Orang Tua Siswa SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Kagum dengan Fasilitas dan Lingkungan Nusantara

12 Juli 2026 - 13:14 WITA

Angkatan Pertama SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Tiba di IKN, Awali Tradisi Pendidikan di Nusantara

11 Juli 2026 - 00:27 WITA

Pembangunan IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi PPU Tertinggi di Kaltim

3 Juli 2026 - 22:06 WITA

SMA Taruna Nusantara IKN Siap Beroperasi, Ratusan Siswa Segera Tempati Kampus Baru di Nusantara

26 Juni 2026 - 17:32 WITA

Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Wujudkan Ruang Publik Berkualitas dalam Konsep Kota Hutan Berkelanjutan

26 Juni 2026 - 17:20 WITA

Trending di IBU KOTA NUSANTARA