Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

DKP PPU Prioritaskan Hasil Bumi Petani Lokal untuk Pasok SPPG

badge-check


					Foto: Dagangan sayuran hasil bumi petani lokal Penajam Paser Uta.ra untuk pasokan SPPG. (DOK. CB Media) Perbesar

Foto: Dagangan sayuran hasil bumi petani lokal Penajam Paser Uta.ra untuk pasokan SPPG. (DOK. CB Media)

PENAJAM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memprioritaskan penyerapan hasil bumi petani lokal. Kebijakan ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

Pemerintah Daerah (Pemda) PPU memproyeksikan sebanyak enam titik SPPG akan segera aktif beroperasi di seluruh wilayah PPU. Mulyono berharap seluruh unit pelayanan gizi tersebut dapat menjadi wadah utama dalam menyerap bahan pokok hasil bumi yang dihasilkan langsung oleh para petani daerah sendiri.

Kepala DKP PPU, Mulyono, menjelaskan bahwa, kebijakan ini untuk memprioritaskan hasil bumi lokal ini bukan sekadar upaya memenuhi kebutuhan pangan harian masyarakat.

“Lebih jauh lagi, langkah strategis ini merupakan bentuk pemberdayaan nyata bagi para produsen pangan di tingkat akar rumput agar memiliki akses pasar yang lebih pasti,” ujarnya pada Selasa (3/2/2026).

Fokus pemberdayaan ini menyasar langsung pada kelompok tani serta Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Adapun daerah-daerah yang menjadi lumbung pasokan utama meliputi Kecamatan Penajam, Waru, hingga wilayah agraris di Babulu.

Mulyono menggarisbawahi komitmennya bahwa komoditas dasar seperti beras, sayuran, hingga buah-buahan harus berasal dari hasil keringat petani PPU. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perputaran ekonomi dari program pemenuhan gizi tersebut tetap berada di dalam lingkup daerah sendiri.

“Khusus untuk komoditas buah-buahan, penggunaan produk lokal seperti pisang dinilai memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan buah impor. Selain kualitasnya yang segar, buah lokal dianggap lebih efektif karena cita rasanya sudah sangat akrab dan sesuai dengan selera anak-anak di wilayah tersebut,” jelasnya.

Melalui integrasi antara SPPG dan petani lokal ini, diharapkan ketahanan pangan di Penajam Paser Utara semakin kokoh. Sinergi ini menjadi kunci agar program pemenuhan gizi pemerintah dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi para petani di Kabupaten PPU. (CB/AJI).

Penulis : Aji Yudha

Editor : Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga RT 08 Saloloang Tolak Pengalihan Wilayah ke Pejala, DPRD PPU Soroti Prosedur

3 Februari 2026 - 17:27 WITA

Puluhan Warga Saloloang Datangi DPRD PPU, Tolak Perubahan Wilayah ke Kelurahan Pejala

3 Februari 2026 - 17:20 WITA

Rakornas 2026, Bupati PPU Tegaskan Sinergi Program Daerah dengan Kebijakan Nasional

3 Februari 2026 - 14:17 WITA

Pengawasan Dana Desa Disorot, Korupsi Kepala Desa Meningkat Drastis dalam Tiga Tahun

3 Februari 2026 - 13:20 WITA

PPU Optimalkan Produksi Pangan Lokal Guna Sokong Program MBG

2 Februari 2026 - 17:43 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA