PENAJAM – Dunia pendidikan Indonesia kembali berduka. Seorang siswi kelas 1 SMP di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan meninggal dunia setelah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Kejadian ini diduga kuat dipicu oleh trauma mendalam akibat perundungan (bullying) yang dialaminya selama bertahun-tahun.
Hal itu diutarakan dari postingan official istagram milik Ketua PKS PPU atau istri dari Wakil Bupati PPU Abdul Warus Muin yang dibagikan beberapa waktu lalu melalui akun Instagram resmi @drkorindrayani.
Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya siswi berinisial S.
Berdasarkan keterangan dari sang ibu, almarhumah telah menjadi korban perundungan sejak duduk di kelas 4 SD. Tekanan mental dan rasa sakit yang dialaminya terus membekas hingga ia memasuki jenjang SMP.
“Seorang anak gadis kelas 1 SMP yang menjadi korban bully sejak SD kelas 4. Ibunya bercerita tentang betapa anaknya hidup dengan penuh rasa trauma,” tulis Indrayani.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten PPU, akan bahaya nyata dari aksi perundungan.
Indrayani mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap perilaku kekerasan di lingkungan sekolah terutama perundingan.
“Kepada orangtua, keluarga, siswa/siswi di Kabupaten PPU, mari kita sama-sama mengawal perbaikan karakter anak saat ini.
Mohon untuk tidak tinggal diam ketika anak menjadi korban bully” tulisnya.
Ia juga menegaskan bahwa diperlukannya Satuan Tugas (Satgas) Bullying di sekolah-sekolah.
“Perlu ada satgas bully sebab kejadian bully ini ibarat fenomena gunung es, banyak korban yang belum berani speak up. Dan semua pihak harus terlibat dalam memberantas bully di kabupaten PPU,” ucapnya.(*)
Sumber : Instagram/doktorindrayani
Editor: Redaksi CB Media
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







