PENAJAM– Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, secara resmi mengumumkan pembatalan rencana pengadaan mobil dinas baru bagi pimpinan daerah. Langkah ini diambil sebagai respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam menyikapi dinamika dan keberatan yang muncul di tengah masyarakat selama beberapa waktu terakhir.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Rudy melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram terverifikasinya (h.rudimasud) pada Senin (2/3). Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kegaduhan yang terjadi dan memilih untuk mengutamakan harmoni antara kebijakan dan keinginan publik.
Dalam keterangan t melalui voice over yang diungkapkan oleh Rudy menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan setelah melalui proses pertimbangan yang mendalam. Aspirasi dan masukan positif dari warga Kalimantan Timur diakui menjadi faktor penentu utama di balik dianulirnya rencana pengadaan kendaraan operasional tersebut.
“Saya memberikan jaminan bahwa ketiadaan mobil dinas baru ini sama sekali tidak akan menghambat roda pemerintahan. Dan memastikan seluruh agenda kerja dan kualitas pelayanan publik di Benua Etam akan tetap berjalan optimal tanpa ada penurunan kinerja sedikit pun,” ujarnya pada Senin (2/3/2026).
Lebih lanjut, Rudy menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Kaltim, atas polemik yang sempat memicu kontroversi. Ia menganggap kritik yang diterima selama ini bukanlah hambatan, melainkan energi tambahan untuk membangun daerah menuju cita-cita generasi emas.
Rudy Mas’ud menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi seorang pemimpin dalam menghadapi arus kritik. Menurutnya, pemerintah yang kredibel adalah entitas yang bersedia mendengar dan memiliki keberanian untuk mengambil keputusan bijak demi kepentingan orang banyak.
“Secara teknis, Pemprov Kaltim telah menginstruksikan pengembalian unit mobil Range Rover 3.0 LWB Autobiography senilai Rp8,49 miliar kepada pihak penyedia. Kendaraan bertipe PHEV tersebut sebelumnya telah sempat direncanakan menjadi mobil dinas sebelum akhirnya diputuskan untuk dibatalkan,” tambahnya. (*)
Reporter: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







