Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Pelajar di Babulu Meninggal Tak Wajar, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Anak

badge-check


					Foto : Peristiwa Duka di Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (Dok.Istimewa) Perbesar

Foto : Peristiwa Duka di Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (Dok.Istimewa)

PENAJAM– Masyarakat Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang anak yang masih di jenjang sekolah

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti di balik peristiwa memilukan tersebut.

Kapolsek Babulu, AKP Harahap, telah memberikan konfirmasi resmi mengenai kejadian ini. Beliau menyatakan bahwa jenazah korban segera dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan Babulu tak lama setelah laporan diterima guna menjalani pemeriksaan medis awal oleh tim kesehatan setempat.

“Benar, korban merupakan seorang anak dan telah dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya pada Kamis (12/2/2026).

Pernyataan ini sekaligus memvalidasi simpang siur informasi yang sempat beredar di tengah warga sekitar lokasi kejadian.
Terkait detail peristiwa, AKP Harahap menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan prematur.

Saat ini, kepolisian masih fokus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga, serta menunggu hasil visum resmi untuk menyusun kronologis kejadian secara utuh dan akurat.

Pemeriksaan fisik di puskesmas menjadi langkah krusial dalam prosedur identifikasi awal. Hasil dari pemeriksaan ini nantinya akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, apakah diperlukan autopsi lebih lanjut atau tindakan prosedur lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami imbauan penting bagi masyarakat luas. Keluarga dan lingkungan sekitar diminta untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak-anak serta remaja, dan segera melaporkan kepada tenaga kesehatan atau pihak berwajib jika menemukan tanda-tanda masalah yang serius,” terangnya. (CB/AJI). (*)

 

Reporter : Aji Yudha

Editor: Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Persoalan Lahan Belum Tuntas, Warga Delineasi IKN Datangi Kejari PPU

15 Juli 2026 - 21:59 WITA

Membangun SDM Unggul dari Lingkungan Sekolah Sehat, Universitas Gunadarma PPU Dampingi Pengembangan SMP Babul Ilmi Penajam Paser Utara

15 Juli 2026 - 21:34 WITA

Pemkab PPU Sambut Mahasiswa Unmul, Tekankan Solidaritas dan Etika Selama Berkegiatan

15 Juli 2026 - 01:09 WITA

Wakil Bupati PPU Imbau Pengguna Transportasi Laut Gunakan Life Jacket

14 Juli 2026 - 17:12 WITA

Pemda PPU Salurkan Bantuan Jaket Keselamatan bagi Penumpang Transportasi Laut

14 Juli 2026 - 16:32 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA