Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

IBU KOTA NUSANTARA

Otorita IKN dan PNM Bahas Peluang Kerja Sama Penguatan Ekonomi Masyarakat Nusantara

badge-check


					Foto: Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Dradjad Hari Wibowo beserta jajaran di Kantor Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam penguatan pendanaan, pendampingan, dan pemberdayaan 4.767 UMKM di wilayah Ibu Kota Nusantara guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Humas Otorita IKN) Perbesar

Foto: Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Dradjad Hari Wibowo beserta jajaran di Kantor Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam penguatan pendanaan, pendampingan, dan pemberdayaan 4.767 UMKM di wilayah Ibu Kota Nusantara guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Humas Otorita IKN)

NUSANTARA — “Selamat datang di Kantor Otorita IKN. Kami akan menyampaikan terkait pendanaan investasi, termasuk pemberdayaan UMKM di IKN. Sekali lagi terima kasih, kami sangat membutuhkan intervensi PNM ini,” ujar Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, saat menerima kunjungan Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Dradjad Hari Wibowo, beserta jajaran di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (03/08/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang awal bagi Otorita IKN dan PNM untuk menjajaki peluang kerja sama dalam penguatan pendanaan, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan ekonomi masyarakat di Nusantara. Kolaborasi ini diarahkan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat menjadi calon warga ibu kota yang ikut terlibat dalam aktivitas ekonomi kawasan.

Dradjad menyampaikan bahwa PNM memiliki peran dalam pembiayaan dan pendampingan usaha mikro dan ultra mikro, termasuk melalui program ULaMM dan Mekaar. Menurutnya, peluang kerja sama dengan Otorita IKN terbuka luas, terutama untuk mendukung target pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi keluarga di wilayah sekitar IKN.

“Memang ketika komunikasi dengan Pak Bas itu, kami menyampaikan, kita akan sinau tentang IKN. Luar biasa yang kita lihat dari pembangunan IKN ini. Satu hal yang menarik, ada target untuk bebas kemiskinan 2035, tentu ini ada banyak yang bisa kita lakukan dari PNM, termasuk melalui upaya kerja sama, misalnya dengan melibatkan Himbara,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, sampai saat ini terdapat 4.767 UMKM di wilayah delineasi IKN yang tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Sepaku, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Samboja, Samboja Barat, dan Sanga-Sanga. Data tersebut menjadi salah satu dasar penting untuk memetakan kebutuhan pendampingan, akses pembiayaan, dan penguatan kapasitas usaha masyarakat.

Dradjad menjelaskan bahwa PNM memiliki program ULaMM untuk pembiayaan mikro serta Mekaar yang berfokus pada pembiayaan dan pemberdayaan untuk membina ekonomi keluarga sejahtera, khususnya bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro. Program Mekaar, yang dimulai sejak Desember 2015, telah menjangkau jutaan nasabah melalui model pembiayaan dan pendampingan berbasis kelompok tanpa agunan.

“PNM memiliki ULaMM untuk pembiayaan mikro dan Mekaar untuk membina ekonomi keluarga sejahtera, khususnya ibu-ibu, sejak Desember 2015. Saat ini, tercatat 23 juta nasabah telah mendapat pembinaan melalui Mekaar. Yang membedakan PNM dengan perbankan adalah pendekatan pendampingannya, pendanaan yang diperoleh, termasuk dari perbankan, disalurkan kembali kepada pelaku usaha,” jelasnya.

Melalui pertemuan ini, Otorita IKN berharap penjajakan upaya kerja sama dengan PNM dapat menjadi momentum dalam meningkatkan ekosistem pemberdayaan masyarakat di Nusantara. Dengan dukungan pembiayaan mikro, pendampingan usaha, dan kolaborasi bersama, UMKM di wilayah IKN diharapkan semakin siap masuk dalam rantai pasok lokal dan aktivitas ekonomi ibu kota. (OIKN)

Editor: Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya! 

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Hakim Konstitusi Tinjau Kawasan Yudikatif IKN, Progres Gedung MK Capai 12,41 Persen

3 Agustus 2026 - 23:53 WITA

Kota 10 Menit: Cerita Pegawai di IKN Menemukan Hidup yang Lebih Seimbang di Nusantara

26 Juli 2026 - 14:57 WITA

Otorita IKN Berduka Cita Atas Berpulangnya Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik

26 Juli 2026 - 13:15 WITA

Dapat Beasiswa Universitas Brawijaya, Tujuh Putra-Putri IKN Siap Kembali Mengabdi

24 Juli 2026 - 01:27 WITA

Orang Tua Siswa SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Kagum dengan Fasilitas dan Lingkungan Nusantara

12 Juli 2026 - 13:14 WITA

Trending di IBU KOTA NUSANTARA