NUSANTARA – Semangat menjaga kelestarian lingkungan menjadi benang merah yang menyatukan peserta dari berbagai latar belakang dalam kegiatan Plant The Peace yang digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (8/6/2026).
Memasuki hari pertama pelaksanaan, kegiatan tersebut menghadirkan suasana penuh kebersamaan di tengah keberagaman bahasa, budaya, dan pengalaman para peserta. Melalui tema yang diusung, Plant The Peace mengajak generasi muda untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari PPKSDA Otorita IKN, International Peace Planters, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong (STTT), Universitas Gunadarma, hingga pemuda dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mengikuti sesi perkenalan dan berbagi pengalaman, tetapi juga berdiskusi mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata yang dapat dilakukan bersama.
Melalui interaksi tersebut, para peserta saling bertukar pandangan mengenai tantangan lingkungan yang dihadapi di berbagai daerah sekaligus membangun jejaring kolaborasi untuk mendorong gerakan pelestarian alam yang berkelanjutan.
Dikatakan Pembina Yayasan Pakisbaja, Eric Maxey  keberagaman peserta menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, seluruh peserta memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga bumi dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Caption Foto: Peserta Plant The Peace 2026 dari berbagai komunitas, mahasiswa, dan pemuda mengikuti rangkaian kegiatan hari pertama di kawasan IKN. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas budaya untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan. (istimewa)
“Kegiatan Plant The Peace juga menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa isu lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga generasi muda,” kata Eric.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir berbagai inisiatif dan aksi nyata yang mampu mendukung upaya pelestarian lingkungan di kawasan IKN maupun wilayah lainnya. (*)
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







