Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Polres PPU Selidiki Kematian Anak di Babulu Darat, Dugaan Perundungan Masih Didalami

badge-check


					Foto : Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Hendry Dwi Azhari, saat memberikan keterangan kepada awak media, (Dok : CahayaBorneo/AJI). Perbesar

Foto : Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Hendry Dwi Azhari, saat memberikan keterangan kepada awak media, (Dok : CahayaBorneo/AJI).

PENAJAM– Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif terkait peristiwa meninggalnya seorang anak di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu.

Kejadian yang memicu perhatian warga Babulu Darat, dan menjadi perhatian khusus karena hal ini jarang terjadi di daerah tersebut.

Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Hendry Dwi Azhari, mengonfirmasi bahwa identitas korban sengaja tidak dipublikasikan secara lengkap. Pihak kepolisian hanya menggunakan inisial SYE untuk melindungi privasi keluarga, mengingat korban masih berstatus di bawah umur.

Hingga saat ini, pihak penyidik masih berupaya merangkai kronologi kejadian melalui proses penyelidikan yang berjalan. Sebagai langkah awal, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak medis untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap jenazah di rumah sakit.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tim medis belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, polisi tidak lantas menutup kasus dan tetap mendalami berbagai kemungkinan faktor penyebab lainnya,” terangnya pada Jumat (13/2/2026).

Fokus penyelidikan kini diarahkan pada pengumpulan keterangan dari pihak keluarga dan saksi-saksi di lokasi kejadian. Selain itu, kepolisian secara khusus mendalami informasi terkait kemungkinan adanya tekanan psikologis atau tindakan perundungan (bullying) yang dialami korban sebelum meninggal.

“Setelah proses pemeriksaan di rumah sakit selesai, jenazah korban telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Kepolisian memastikan akan memaksimalkan hasil penyelidikan ini sembari tetap mengedepankan prinsip perlindungan terhadap anak. Menanggapi tragedi ini, Polres PPU mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi mental remaja dan segera mencari bantuan profesional jika ditemukan indikasi masalah serius.

“Kasus ini diharapkan menjadi pengingat bagi lingkungan sekolah maupun keluarga untuk lebih waspada terhadap praktik perundungan,” tegasnya. (*)

Reporter : Aji Yudha.

Editor: Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Buka Musrenbang RKPD 2027, Bupati PPU Tekankan Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

2 April 2026 - 20:25 WITA

LAKI PPU Desak Bupati Bentuk Tim Khusus untuk Sengketa Tapal Batas HGU PT STN

2 April 2026 - 20:17 WITA

Potensi Dana CSR di PPU Melimpah, Pemanfaatannya Masih Belum Optimal

2 April 2026 - 20:12 WITA

Minim Komitmen Perusahaan, Bupati PPU Soroti Lemahnya Kontribusi CSR untuk Pembangunan

31 Maret 2026 - 21:12 WITA

Pemkab PPU Terjerat Utang Rp200 Miliar, Proyek 2026 Terancam Mandek

31 Maret 2026 - 21:07 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA