PENAJAM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) tengah menseriusi rencana perombakan total wajah transportasi laut di wilayahnya. Tidak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp200 miliar diproyeksikan sebagai kebutuhan utama untuk merevitalisasi Pelabuhan Speedboat dan Klotok Penajam agar lebih modern dan tertata.
Keterbatasan anggaran daerah membuat pihaknya harus bergerak cepat mencari sumber pendanaan lain. Saat ini, Pemkab PPU telah resmi mengajukan permohonan bantuan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat guna menyokong proyek besar tersebut.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil mengingat cakupan proyek yang cukup luas, yakni mencakup penataan menyeluruh kawasan pesisir di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam.
“Kami terus mengupayakan dukungan dari provinsi dan pusat karena skala anggarannya sangat besar bagi daerah,” ujarnya pada Jumat (3/4/2026).
Mudyat menjelaskan bahwa alokasi dana ratusan miliar tersebut tidak hanya akan tersedot untuk pembangunan infrastruktur fisik pelabuhan semata. Sebagian besar anggaran justru dipersiapkan untuk mengakomodasi biaya pembebasan lahan milik masyarakat yang berada di sekitar lokasi pengembangan.
“Kami menjamin bahwa warga yang rumah atau lahannya terdampak proyek penataan tidak akan dirugikan secara sepihak. Untuk itu kami berkomitmen penuh untuk memberikan ganti rugi yang sesuai bagi setiap bangunan dan lahan warga yang masuk dalam peta revitalisasi,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Bupati telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) PPU beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera turun ke lapangan. Mereka diminta melakukan pendataan mendalam terhadap aset-aset warga yang berada di area terdampak guna memastikan validitas data sebelum proses pembayaran dilakukan.
Di akhir pernyataannya, Mudyat menekankan bahwa penyelesaian hak-hak masyarakat merupakan prioritas utama yang harus dituntaskan sebelum alat berat mulai beroperasi.
“Penanganan dampak sosial yang humanis adalah kunci keberhasilan proyek sebelum memasuki tahap pengerjaan fisik di lapangan,” imbuhnya. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







